Bagi Komunitas Lima Gunung, pandemi bukan halangan berkarya
Senin, 19 Oktober 2020 20:16 WIB
Seniman Lima Gunung melakukan ritual di sumber mata air di Dusun Windu Sebrang, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang yang merupakan bagian dari Festival Lima Gunung ke-19, Senin (19/10/2020). (ANTARA/Heru Suyitno)
Magelang (ANTARA) - Pandemi COVID-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia bukan menjadi halangan untuk berkarya, kata Ketua Komunitas Lima Gunung Supadi Hariyanto.
"Bagi Komunitas Lima Gunung, pandemi bukan menjadi halangan dan kita tetap menggelar Festival Lima Gunung meskipun dengan pembatasan-pembatasan," katanya di Magelang, Senin.
Ia menyampaikan pada festival ke-19 ini bahkan terbagi dalam beberapa episode.
Supadi menyebutkan dalam putaran ke-8 Festival Lima Gunung kali ini dengan tema "Mata Air Peradaban-Donga Gunung" berlokasi di tempat penemuan situs di lereng Gunung Merapi di Dusun Windu Sebrang, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.
"Kita dari Komunitas Lima Gunung selalu memanjatkan doa semoga penyakit dunia COVID-19 segera musnah dari muka Bumi dan semua manusia bisa menjalani aktivitas masing-masing seperti semula," katanya.
Baca juga: Tumpeng Festival Lima Gunung XIX simbol tangguh hadapi pandemi
Dalam festival kali ini diawali dengan melakukan ritual di sumber mata air yang tidak jauh dari lokasi penemuan situs, kemudian dilanjutkan pementasan dan orasi oleh beberapa seniman di lokasi penemuan situs.
Ki dalang Sih Agung dengan waktu singkat mementaskan wayang kulit dengan lakon "Situs Candi Gunung". Kebetulan saat akan pentas wayang kulit turun hujan sehingga waktu pementasan dipersingkat.
Sih Agung dalam cerita pementasan wayangnya merefleksikan sesuatu tentang suatu peradaban yang ditemukan.
Situs yang ditemukan di Dusun Windu Sebrang merupakan hasil karya nenek moyang yang harus dilestarikan
"Situs peninggalan nenek moyang ini merupakan bagian dari peradaban. Temuan situs ini harus memberikan semangat kepada kita untuk berkarya yang lebih baik, karena nenek moyang kita sudah membuat karya yang bagus," katanya.
Baca juga: Festival Lima Gunung meniti suasana warga di tengah pandemi
Baca juga: Festival Lima Gunung diusung ke Universitas Mulawarman
Baca juga: Seniman menampilkan performa "Lumbung Donga" dalam Festival Lima Gunung
"Bagi Komunitas Lima Gunung, pandemi bukan menjadi halangan dan kita tetap menggelar Festival Lima Gunung meskipun dengan pembatasan-pembatasan," katanya di Magelang, Senin.
Ia menyampaikan pada festival ke-19 ini bahkan terbagi dalam beberapa episode.
Supadi menyebutkan dalam putaran ke-8 Festival Lima Gunung kali ini dengan tema "Mata Air Peradaban-Donga Gunung" berlokasi di tempat penemuan situs di lereng Gunung Merapi di Dusun Windu Sebrang, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.
"Kita dari Komunitas Lima Gunung selalu memanjatkan doa semoga penyakit dunia COVID-19 segera musnah dari muka Bumi dan semua manusia bisa menjalani aktivitas masing-masing seperti semula," katanya.
Baca juga: Tumpeng Festival Lima Gunung XIX simbol tangguh hadapi pandemi
Dalam festival kali ini diawali dengan melakukan ritual di sumber mata air yang tidak jauh dari lokasi penemuan situs, kemudian dilanjutkan pementasan dan orasi oleh beberapa seniman di lokasi penemuan situs.
Ki dalang Sih Agung dengan waktu singkat mementaskan wayang kulit dengan lakon "Situs Candi Gunung". Kebetulan saat akan pentas wayang kulit turun hujan sehingga waktu pementasan dipersingkat.
Sih Agung dalam cerita pementasan wayangnya merefleksikan sesuatu tentang suatu peradaban yang ditemukan.
Situs yang ditemukan di Dusun Windu Sebrang merupakan hasil karya nenek moyang yang harus dilestarikan
"Situs peninggalan nenek moyang ini merupakan bagian dari peradaban. Temuan situs ini harus memberikan semangat kepada kita untuk berkarya yang lebih baik, karena nenek moyang kita sudah membuat karya yang bagus," katanya.
Baca juga: Festival Lima Gunung meniti suasana warga di tengah pandemi
Baca juga: Festival Lima Gunung diusung ke Universitas Mulawarman
Baca juga: Seniman menampilkan performa "Lumbung Donga" dalam Festival Lima Gunung
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo terima lima pengusaha nasional, perkuat Indonesia Incorporated
11 February 2026 9:04 WIB
Kemenkum Jateng serahkan sertifikat indikasi geografis lima motif tenun troso Jepara
05 February 2026 19:25 WIB
UMS perkuat riset teknologi dan pembangunan berkelanjutan dengan menambah lima guru besar
19 January 2026 16:17 WIB
Lima finalis Festival Film Desa HDN 2026 ditonton bareng lewat layar tancap
15 January 2026 14:29 WIB
Berikut Jadwal Malaysia Open: Lima wakil Indonesia lanjutkan perjuangannya di babak kedua
08 January 2026 11:30 WIB