50 pasien COVID-19 di Batang sembuh
Rabu, 15 Juli 2020 16:18 WIB
Bupati Batang Wihaji bersama Kepala Polres Batang AKBP Abdul Waras menyerahkan alat pelindung diri (APD) pada perwakilan warga Desa Gombong, Kecamatan Pecalungan. (ANTARA/Kutnadi)
Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah menginformasikan 50 orang dari 76 pasien kasus positif COVID-19 dinyatakan sembuh, dan 23 orang masih dirawat dan tiga lainnya meninggal.
"Jumlah kasus positif COVID-19 ini, hampir separuhnya adalah orang tanpa gejala," kata Bupati Batang Wihaji saat mencanangkan Gerakan Zero COVID-19 di Batang, Rabu.
Menurut dia, berdasar data peta penyebaran kasus virus corona tidak ada klaster baru. Demikian pula, berdasar penyisiran (tracking) kasus positif COVID-19 ini merupakan turunan orang yang positif sehingga mudah melokalisasi dan mengisolasi hingga dinyatakan sembuh.
"Oleh karena, saya berharap semua pihak terpasuk para aparatur desa terus mengedukasi masyarakat agar tetap patuh pada protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak," katanya.
Wihaji mengatakan bahwa Kabupaten Batang sudah menerapkan adaptasi kehidupan baru tetapi lonjakan jumlah kasus COVID-19 cenderung mengalami peningkatan.
Karena itu, kata dia, untuk mengurangi kasus pandemi COVID-19, pemkab mencanangkan program "Gerakan Zero COVID-19" di Desa Gombong, Kecamatan Pecalungan, Rabu.
Ia mengatakan tujuan "Gerakan Zero COVID-19 adalah di antaranya untuk menekan laju kasus virus corona di daerah dengan menerapkan karantina kewilayahan di tingkat rukun tetangga (RT) apabila ada warga positif COVID-19.
"Melalui gerakan ini, kami berharap tidak ada lagi warga yang positif COVID-19. Demikian pula, apabila ada orang yang terinfeksi virus corona maka harus dilokalisasi dan diisolasi agar tidak menyebar," katanya.
"Jumlah kasus positif COVID-19 ini, hampir separuhnya adalah orang tanpa gejala," kata Bupati Batang Wihaji saat mencanangkan Gerakan Zero COVID-19 di Batang, Rabu.
Menurut dia, berdasar data peta penyebaran kasus virus corona tidak ada klaster baru. Demikian pula, berdasar penyisiran (tracking) kasus positif COVID-19 ini merupakan turunan orang yang positif sehingga mudah melokalisasi dan mengisolasi hingga dinyatakan sembuh.
"Oleh karena, saya berharap semua pihak terpasuk para aparatur desa terus mengedukasi masyarakat agar tetap patuh pada protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak," katanya.
Wihaji mengatakan bahwa Kabupaten Batang sudah menerapkan adaptasi kehidupan baru tetapi lonjakan jumlah kasus COVID-19 cenderung mengalami peningkatan.
Karena itu, kata dia, untuk mengurangi kasus pandemi COVID-19, pemkab mencanangkan program "Gerakan Zero COVID-19" di Desa Gombong, Kecamatan Pecalungan, Rabu.
Ia mengatakan tujuan "Gerakan Zero COVID-19 adalah di antaranya untuk menekan laju kasus virus corona di daerah dengan menerapkan karantina kewilayahan di tingkat rukun tetangga (RT) apabila ada warga positif COVID-19.
"Melalui gerakan ini, kami berharap tidak ada lagi warga yang positif COVID-19. Demikian pula, apabila ada orang yang terinfeksi virus corona maka harus dilokalisasi dan diisolasi agar tidak menyebar," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
RSGM Soelastri edukasi soal penanganan pasien lewat seminar Painless Dentistry
21 January 2026 22:19 WIB
Layanan kemoterapi di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus kini bisa diakses pasien JKN-KIS
09 December 2025 13:36 WIB
Menkes: Perubahan rujukan berbasis kompetensi dalam JKN berlaku mulai 2026
18 November 2025 16:18 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB