Pemkot Pekalongan mendata calon penerima Kartu Prakerja
Selasa, 14 April 2020 17:16 WIB
Para pekerja terdampak wabah virus Corona sedang mencari informasi penerimaan kartu prakerja di Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan kota Pekalongan. (ANTARA/HO/Dok. Diskominfo Kota Pekalongan)
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mulai melakukan pendataan terhadap para calon penerima Kartu Prakerja karena terdampak wabah virus Corona baru (COVID-19).
Kepala Bidang Penempatan Kerja, Pelatihan, dan Produktivitas Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan Iskandar di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa pendataan ini berdasar Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia tentang Perlindungan Pekerja dan kelangsungan usaha dalam rangka penanggulangan virus corona baru (COVID-19).
"Terkait wabah COVID-19 memang berimbas terhadap penurunan ekonomi karena banyak karyawan yang dirumahkan. Perusahaan mengalami kemerosotan sehingga merumahkan bahkan ada yang mem-PHK pekerja karena produksi berhenti," katanya.
Ia mengatakan para pekerja yang dirumahkan dan korban PHK nantinya akan menerima bantuan dari Pemerintah Pusat berupa insentif yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sehingga mereka harus mendaftarkan diri secara daring (online).
Adapun calon penerima Kartu Prakerja tersebut, kata dia, diprioritaskan bagi pekerja muda yang dirumahkan dan pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan akibat pandemi virus Corona.
"Kami sudah mengambil langkah dengan mendata semua karyawan yg dirumahkan dan di PHK, serta menyurati pada perusahaan. Kemudian, kami akan mengusulkan nama-nama calon pemilik kartu prakerja yang akan diseleksi oleh kemenaker," katanya.
Ia mengatakan pengusulan nama calon pemilik Kartu Prakerja ini akan dilakukan setiap minggu pada Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah.
"Jika lolos seleksi, para pemilik Kartu Prakerja berhak mendapatkan dana insentif mencapai sekitar Rp3,5 juta dengan rincian sebesar Rp650 ribu per bulan per orang ditambah dana pelatihan Rp1 juta, dan biaya survei Rp150 ribu," katanya.
Kepala Bidang Penempatan Kerja, Pelatihan, dan Produktivitas Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan Iskandar di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa pendataan ini berdasar Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia tentang Perlindungan Pekerja dan kelangsungan usaha dalam rangka penanggulangan virus corona baru (COVID-19).
"Terkait wabah COVID-19 memang berimbas terhadap penurunan ekonomi karena banyak karyawan yang dirumahkan. Perusahaan mengalami kemerosotan sehingga merumahkan bahkan ada yang mem-PHK pekerja karena produksi berhenti," katanya.
Ia mengatakan para pekerja yang dirumahkan dan korban PHK nantinya akan menerima bantuan dari Pemerintah Pusat berupa insentif yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sehingga mereka harus mendaftarkan diri secara daring (online).
Adapun calon penerima Kartu Prakerja tersebut, kata dia, diprioritaskan bagi pekerja muda yang dirumahkan dan pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan akibat pandemi virus Corona.
"Kami sudah mengambil langkah dengan mendata semua karyawan yg dirumahkan dan di PHK, serta menyurati pada perusahaan. Kemudian, kami akan mengusulkan nama-nama calon pemilik kartu prakerja yang akan diseleksi oleh kemenaker," katanya.
Ia mengatakan pengusulan nama calon pemilik Kartu Prakerja ini akan dilakukan setiap minggu pada Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah.
"Jika lolos seleksi, para pemilik Kartu Prakerja berhak mendapatkan dana insentif mencapai sekitar Rp3,5 juta dengan rincian sebesar Rp650 ribu per bulan per orang ditambah dana pelatihan Rp1 juta, dan biaya survei Rp150 ribu," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pekalongan terdampak banjir, PLN gerak cepat amankan listrik dan salurkan bantuan bagi pengungsi
22 January 2026 13:34 WIB
Pemkot Pekalongan berlakukan penyesuaian sistem belajar karena terdampak banjir
20 January 2026 15:53 WIB
Pemkot Pekalongan gandeng 20 SPPG suplai 300 porsi makanan untuk pengungsi
20 January 2026 11:45 WIB
Jalur rel Pekalongan–Sragi kembali dilalui kereta api dengan kecepatan terbatas
19 January 2026 18:29 WIB
Perjalanan 23 KA Daop 4 Semarang masih dibatalkan dampak banjir di Pekalongan
19 January 2026 9:00 WIB