Dewi Aryani: Perlu suplai APD untuk rumah sakit rujukan
Rabu, 4 Maret 2020 19:33 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI Dewi Aryani menyaksikan "simulasi outbreak" COVID-19 di RSUD Soesilo Slawi sebagai rumah sakit rujukan untuk wilayah pantura barat Jawa Tengah, Rabu (4/3/2020). ANTARA/HO-dokumen pribadi
Pekalongan (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI Dewi Aryani memandang perlu suplai alat pelindung diri (APD) dan anggaran khusus dari pemerintah untuk rumah sakit rujukan setelah pengumuman dua warga Indonesia positif terkena COVID-19.
"Seluruh rumah sakit yang ditunjuk Kemenkes sebagai rumah sakit rujukan harus segera mendapatkan 'dropping' dukungan kelengkapan APD, seperti masker, baju astronot, dan sarung tangan sesuai SOP yang digunakan oleh dokter dan tenaga medis untuk menangani pasien COVID-19," katanya kepada ANTARA di Pekalongan, Rabu.
Pada kunjungan kerja ke Rumah Sakit Soesilo Kabupaten Tegal, Dewi Aryani yang akrab disapa Dear itu, mengingatkan kepada manajemen rumah sakit rujukan untuk melakukan "simulasi outbreak" penanganan pasien terduga maupun terinfeksi virus korona.
Selain itu, kata dia, rumah sakit rujukan perlu melakukan koordinasi dengan rumah sakit satelit, seperti RSUD Suradadi, RSU Kardinah, dan RSUD Kabupaten Brebes.
Baca juga: Dewi Aryani: Perlu simulasi "outbreak" penanganan pasien Covid-19
"Jadi jika terpantau ada pasien yang terindikasi (terkena virus korona, red.) maka ada standar operasional prosedur (SOP) yang dapat dilakukan secara komprehensif, sesuai standar yang berlaku," katanya.
Politikus PDI Perjuangan itu, juga meminta kepada pemkab memerintahkan seluruh perangkat desa bersama seluruh puskesmas di seluruh Indonesia melakukan sosialisasi tentang cara pencegahan penyebaran COVID-19 kepada masyarakat.
Selain itu, kata dia, pemkab membuka COVID Center sebagai pusat informasi resmi sehingga masyarakat tidak perlu panik dan tidak mudah percaya dengan informasi yang mereka terima dari pihak yang tidak berkompeten.
"Kepanikan masyarakat harus diredam dengan memberikan pemahaman yang benar. Kami juga minta pada seluruh apotek dan pemilik toko masker tidak mengambil keuntungan berlebih di tengah meningkatnya kebutuhan masker," demikian Dewi Aryani.
Baca juga: Dewi Aryani minta pemerintah jangan lambat atasi Koronavirus
Baca juga: Dewi Aryani: Pemerintah jangan sampai abaikan kesejahteraan buruh
"Seluruh rumah sakit yang ditunjuk Kemenkes sebagai rumah sakit rujukan harus segera mendapatkan 'dropping' dukungan kelengkapan APD, seperti masker, baju astronot, dan sarung tangan sesuai SOP yang digunakan oleh dokter dan tenaga medis untuk menangani pasien COVID-19," katanya kepada ANTARA di Pekalongan, Rabu.
Pada kunjungan kerja ke Rumah Sakit Soesilo Kabupaten Tegal, Dewi Aryani yang akrab disapa Dear itu, mengingatkan kepada manajemen rumah sakit rujukan untuk melakukan "simulasi outbreak" penanganan pasien terduga maupun terinfeksi virus korona.
Selain itu, kata dia, rumah sakit rujukan perlu melakukan koordinasi dengan rumah sakit satelit, seperti RSUD Suradadi, RSU Kardinah, dan RSUD Kabupaten Brebes.
Baca juga: Dewi Aryani: Perlu simulasi "outbreak" penanganan pasien Covid-19
"Jadi jika terpantau ada pasien yang terindikasi (terkena virus korona, red.) maka ada standar operasional prosedur (SOP) yang dapat dilakukan secara komprehensif, sesuai standar yang berlaku," katanya.
Politikus PDI Perjuangan itu, juga meminta kepada pemkab memerintahkan seluruh perangkat desa bersama seluruh puskesmas di seluruh Indonesia melakukan sosialisasi tentang cara pencegahan penyebaran COVID-19 kepada masyarakat.
Selain itu, kata dia, pemkab membuka COVID Center sebagai pusat informasi resmi sehingga masyarakat tidak perlu panik dan tidak mudah percaya dengan informasi yang mereka terima dari pihak yang tidak berkompeten.
"Kepanikan masyarakat harus diredam dengan memberikan pemahaman yang benar. Kami juga minta pada seluruh apotek dan pemilik toko masker tidak mengambil keuntungan berlebih di tengah meningkatnya kebutuhan masker," demikian Dewi Aryani.
Baca juga: Dewi Aryani minta pemerintah jangan lambat atasi Koronavirus
Baca juga: Dewi Aryani: Pemerintah jangan sampai abaikan kesejahteraan buruh
Pewarta : Kutnadi
Editor : Sumarwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dewi Aryani sosialisasikan Program BPJAMSOSTEK ke pekerja sektor informal
27 April 2024 9:33 WIB, 2024
Anggota DPR kembali gelontorkan 20 ribu vaksin untuk pelajar Tegal
20 September 2021 14:28 WIB, 2021
Dewi Aryani: Perlu karakter berlandaskan Pancasila hadapi era globalisasi
01 March 2021 12:13 WIB, 2021
Legislator nilai perlu BLK khusus difabel agar pekerja lebih terampil
04 February 2021 10:19 WIB, 2021
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB