Begini cara pencuri tarik uang dari ATM tanpa tabungan berkurang
Senin, 18 November 2019 16:52 WIB
Polisi Wonosobo menunjukkan sejumlah barang bukti, antara lain berupa uang hasil membobol ATM yang dilakukan komplotan pencuri asal Lampung. ANTARA/Heru Suyitno
Wonosobo (ANTARA) - Kepolisian Resor Wonosobo, Jawa Tengah, menahan komplotan pencuri asal Lampung yang telah membobol uang di sejumlah anjungan tunai mandiri (ATM) milik BNI di Wonosobo.
Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Heriyanto, di Wonosobo, Senin mengatakan pencuri asal Tanggamus, Lampung, tersebut berjumlah lima orang dengan inisial BR (24), PZ (25), SPD (38), BND (28), dan AZW (24).
Ia mengatakan dalam melakukan aksinya BR dan PZ bertugas sebagai eksekutor. Mereka menggunakan alat berupa kartu ATM untuk melakukan transaksi pancingan dan batang besi yang telah dimodifikasi untuk menarik uang dari mulut ATM. Sementara itu, pelaku lain bertugas mengawasi situasi sekitar ATM.
Baca juga: Polres Kudus tangkap dua pembobol ATM
Modus tersebut biasa dikenal dengan cash fishing. Cara kerjanya, pada saat uang yang diambil sedang dihitung oleh mesin ATM, pelaku memasukkan paksa batang besi ke dalam mulut ATM untuk menarik uang.
Hal ini menyebabkan sensor ATM membaca ada vandalisme sehingga transaksi dibatalkan. "Dengan demikian saldo tabungan pelaku tidak berkurang. Akan tetapi uang tetap bisa keluar karena ditarik paksa," katanya.
Ia mengatakan dari laporan pihak Bank BNI Wonosobo menyebutkan telah terjadi pengambilan uang dengan paksa pada tiga ATM yang terpasang di depan kantor PT Tambi, SPBU Sidojoyo, dan depan Terminal Mendolo Wonosobo pada Rabu (23/10).
"Dari ketiga ATM tersebut, pelaku berhasil mengambil uang total Rp 3.850.000," katanya.
Ia menyampaikan kemungkinan pelaku juga melakukan pencurian lain di wilayah Kabupaten Temanggung dan Banyumas, karena dari data CCTV yang dimiliki, terdapat ciri-ciri pelaku yang identik dengan pelaku yang ditangkap oleh Polres Wonosobo.
"Saat ini kami sedang melakukan pengembangan kemungkinan adanya TKP di wilayah lain. Tim opsnal juga sedang melakukan pengejaran terhadap orang yang menyediakan kartu ATM, yang digunakan sebagai alat untuk memancing transaksi pengambilan uang," kata Heriyanto.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka saat ini ditahan di Polres Wonosobo dan akan dikenakan Pasal 363 KUH Pidana tentang Pencurian dengan Pemberatan, ancaman penjara maksimal 7 tahun.
Baca juga: Polres Magelang ringkus komplotan pembobol ATM
Baca juga: Polres Grobogan ungkap komplotan pencuri spesialis ATM
Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Heriyanto, di Wonosobo, Senin mengatakan pencuri asal Tanggamus, Lampung, tersebut berjumlah lima orang dengan inisial BR (24), PZ (25), SPD (38), BND (28), dan AZW (24).
Ia mengatakan dalam melakukan aksinya BR dan PZ bertugas sebagai eksekutor. Mereka menggunakan alat berupa kartu ATM untuk melakukan transaksi pancingan dan batang besi yang telah dimodifikasi untuk menarik uang dari mulut ATM. Sementara itu, pelaku lain bertugas mengawasi situasi sekitar ATM.
Baca juga: Polres Kudus tangkap dua pembobol ATM
Modus tersebut biasa dikenal dengan cash fishing. Cara kerjanya, pada saat uang yang diambil sedang dihitung oleh mesin ATM, pelaku memasukkan paksa batang besi ke dalam mulut ATM untuk menarik uang.
Hal ini menyebabkan sensor ATM membaca ada vandalisme sehingga transaksi dibatalkan. "Dengan demikian saldo tabungan pelaku tidak berkurang. Akan tetapi uang tetap bisa keluar karena ditarik paksa," katanya.
Ia mengatakan dari laporan pihak Bank BNI Wonosobo menyebutkan telah terjadi pengambilan uang dengan paksa pada tiga ATM yang terpasang di depan kantor PT Tambi, SPBU Sidojoyo, dan depan Terminal Mendolo Wonosobo pada Rabu (23/10).
"Dari ketiga ATM tersebut, pelaku berhasil mengambil uang total Rp 3.850.000," katanya.
Ia menyampaikan kemungkinan pelaku juga melakukan pencurian lain di wilayah Kabupaten Temanggung dan Banyumas, karena dari data CCTV yang dimiliki, terdapat ciri-ciri pelaku yang identik dengan pelaku yang ditangkap oleh Polres Wonosobo.
"Saat ini kami sedang melakukan pengembangan kemungkinan adanya TKP di wilayah lain. Tim opsnal juga sedang melakukan pengejaran terhadap orang yang menyediakan kartu ATM, yang digunakan sebagai alat untuk memancing transaksi pengambilan uang," kata Heriyanto.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka saat ini ditahan di Polres Wonosobo dan akan dikenakan Pasal 363 KUH Pidana tentang Pencurian dengan Pemberatan, ancaman penjara maksimal 7 tahun.
Baca juga: Polres Magelang ringkus komplotan pembobol ATM
Baca juga: Polres Grobogan ungkap komplotan pencuri spesialis ATM
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ratusan juta raib dikuras komplotan pengganjal kartu ATM, satu pelaku dibekuk polisi
16 April 2024 16:10 WIB, 2024
Operasi Sikat Jaran Candi Jateng bekuk komplotan pembobol ATM raup Rp1,8 M
26 September 2022 15:01 WIB, 2022
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
Kemenag Pati cabut izin Ponpes Ndolo Kusumo buntut kekerasan seksual terhadap santriwati
07 May 2026 20:41 WIB
Polresta Pati : Dugaan pelecehan Ustadz AS pengasuh ponpes pada santri sejak 2020-2024
07 May 2026 19:18 WIB
Mantan Direktur Syariah Bank Jateng didakwa kasus dugaan korupsi Rp27,7 miliar
07 May 2026 19:13 WIB