KPK diminta tidak tebang pilih berantas korupsi
Jumat, 30 Agustus 2019 18:20 WIB
Pengunjuk rasa di Alun-Alun Kudus, Jumat (30-8-2019). mengusung sejumlah poster untuk menuntut KPK tidak tebang pilih dalam memberantas korupsi. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Kudus (ANTARA) - Puluhan warga Kabupaten Kudus menggelar aksi menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi tidak tebang pilih dalam memberantas tindak pidana korupsi karena di daerah ini ada dugaan kasus korupsi yang lebih besar dibandingkan saat ini.
Setelah salat Jumat, mereka yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kudus Bela Tamzil menggelar aksi di Alun-Alun Kudus dengan mengusung poster dan spanduk bertuliskan "KPK jangan tebang pilih, hukum koruptor sebenarnya, selamatkan Tamzil, dan save Kudus".
"KPK jangan tebang pilih. Jika Tamzil baru menjabat 9 bulan sudah ditangkap, kenapa yang sudah 10 tahun justru KPK tidak berani bertindak," kata orator aksi Muh Arwani.
Menurut dia, pihak-pihak yang menjabat sebelumnya patut dicurigai untuk diselidiki kemungkinan adanya dugaan melakukan tindak pidana korupsi.
Baca juga: Bupati Kudus dua kali korupsi, Wapres: Pejabat belum insaf
Jika KPK tidak berani menyelidiki pejabat yang sudah menjabat sebelumnya, pihaknya akan menunjukkan bahwa korupsi sebenarnya 10 tahun lalu.
"Kami juga akan melakukan aksi penyisiran untuk menunjukkan pejabat yang diduga melakukan tindak pidana korupsi kepada KPK," ujarnya pula.
Ia juga menyesalkan penangkapan terhadap Bupati Kudus seperti halnya pelaku teror.
Pedemo lainnya, Noor Khozin menambahkan, "Jangan mengusik warga Kudus yang selama ini kondusif dan tidak pernah mengekspose kegelisahan di muka umum.
"Jika sampai terusik, tentunya masyarakat Kudus akan mengekspresikan kegelisahannya di muka umum," ujarnya pula.
Baca juga: Penahanan Bupati Kudus nonaktif diperpanjang
Ia menduga turunnya KPK di Kudus ada dalang di baliknya dan terdapat beberapa nama yang dicurigai.
"Bertobatlah, karena tindak pidana korupsi sebelumnya justru jauh lebih parah," ujarnya pula.
Setelah salat Jumat, mereka yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kudus Bela Tamzil menggelar aksi di Alun-Alun Kudus dengan mengusung poster dan spanduk bertuliskan "KPK jangan tebang pilih, hukum koruptor sebenarnya, selamatkan Tamzil, dan save Kudus".
"KPK jangan tebang pilih. Jika Tamzil baru menjabat 9 bulan sudah ditangkap, kenapa yang sudah 10 tahun justru KPK tidak berani bertindak," kata orator aksi Muh Arwani.
Menurut dia, pihak-pihak yang menjabat sebelumnya patut dicurigai untuk diselidiki kemungkinan adanya dugaan melakukan tindak pidana korupsi.
Baca juga: Bupati Kudus dua kali korupsi, Wapres: Pejabat belum insaf
Jika KPK tidak berani menyelidiki pejabat yang sudah menjabat sebelumnya, pihaknya akan menunjukkan bahwa korupsi sebenarnya 10 tahun lalu.
"Kami juga akan melakukan aksi penyisiran untuk menunjukkan pejabat yang diduga melakukan tindak pidana korupsi kepada KPK," ujarnya pula.
Ia juga menyesalkan penangkapan terhadap Bupati Kudus seperti halnya pelaku teror.
Pedemo lainnya, Noor Khozin menambahkan, "Jangan mengusik warga Kudus yang selama ini kondusif dan tidak pernah mengekspose kegelisahan di muka umum.
"Jika sampai terusik, tentunya masyarakat Kudus akan mengekspresikan kegelisahannya di muka umum," ujarnya pula.
Baca juga: Penahanan Bupati Kudus nonaktif diperpanjang
Ia menduga turunnya KPK di Kudus ada dalang di baliknya dan terdapat beberapa nama yang dicurigai.
"Bertobatlah, karena tindak pidana korupsi sebelumnya justru jauh lebih parah," ujarnya pula.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Kliwon
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hasil observasi tim medis puluhan siswa SMA 2 Kudus yang diduga keracunan MBG harus jalani rawat inap
30 January 2026 11:00 WIB
SPPG Purwosari Kudus minta maaf dan tanggung jawab atas dugaan keracunan makanan MBG
29 January 2026 16:28 WIB
Pemkab bersama TNI/Polri gerak cepat tangani 70 siswa SMA Negeri 2 Kudus diduga keracunan
29 January 2026 13:25 WIB
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
Polresta Pati fasilitasi penyidik KPK untuk pemeriksaan saksi-saksi kasus OTT
29 January 2026 9:10 WIB
Polres Pemalang amankan empat pencuri kelompok Cirebon-Surakarta dan Semarang
27 January 2026 18:58 WIB
Polda Jateng ungkap komplotan pengoplos elpiji subsidi beromset miliaran rupiah
23 January 2026 18:45 WIB
KPK membawa dua koper dan satu dus dokumen dari rumah dinas Bupati Pati Sudewo
22 January 2026 16:31 WIB