Logo Header Antaranews Jateng

31 siswa SMA 2 Kudus masih jalani rawat inap

Sabtu, 31 Januari 2026 04:58 WIB
Image Print
Puluhan mobil ambulans berdatangan untuk membantu penanganan siswa SMA 2 Negeri Kudus yang diduga mengalami gejala keracunan pasca menyantap menu makan bergizi gratis sehari sebelumnya. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

Kudus (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mencatat siswa SMA 2 Kudus yang masih menjalani rawat inap karena dugaan keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) ada 31 orang, setelah sebelumnya tercatat sebanyak 47 orang.

"Saat ini jumlah pasien yang menjalani rawat inap semakin berkurang karena kondisinya membaik, sehingga diperbolehkan pulang. Hingga Jumat (30/1) pukul 16.45 WIB jumlah yang masih menjalani rawat inap tersisa 31 anak," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Mustiko Wibowo di Kudus, Jumat.

Ia mengungkapkan, jumlah siswa SMA 2 Negeri Kudus yang menjalani perawatan medis dan harus dirujuk ke rumah sakit sebanyak 131 siswa. Kemudian ada yang harus menjalani rawat inap dan saat ini tercatat ada 31 anak dan selebihnya sudah pulang.

Dari seratusan anak yang pulang tersebut, ada yang pulang pada hari Kamis (29/1) setelah pagi harinya sempat dirawat di IGD sejumlah rumah sakit serta pulang pada Jumat (30/1) setelah sempat menjalani rawat inap.

Rumah sakit yang menjadi rujukan para siswa yang mengalami gejala mual, muntah, dan kepala pusing setelah menyantap menu MBG tersebut, mulai dari RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu, RS Kartika, RS Kumala Siwi, RS Islam, RS Aisyiyah, dan RS Sarkies Aisyiyah.

Sementara 31 siswa yang masih menjalani rawat inap tersebar di sejumlah rumah sakit, yakni di RSUD dr Loekmono Hadi, RSI, RS Mardi Rahayu, RS SArkies, RS Aisyiyah, RS KUmala Siwi, RS Kartika Husada.

Adapun rinciannya, RSUD Loekmono Hadi Kudus ada 12 pasien, RS Mardi Rahayu ada 3 pasien, RSI ada 7 pasien, RS Sarkies ada 2 pasien, RS Aisyiyah ada 3 pasien, RS Kumalasiwi ada 2 pasien, dan RS Kartika ada 2 pasien.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus Ahmad Syaifuddin membenarkan bahwa di RSI Sunan Kudus ada tambahan dua pasien, sehingga total yang rawat inap ada tujuh pasien dari SMA 2 Kudus.

Ketika terjadi kabar seratusan siswa diduga keracunan pada Kamis (29/1), Pemkab Kudus bersama TNI/Polri bergerak cepat melakukan penanganan dengan mengerahkan semua armada ambulans menuju SMA 2 Negeri Kudus untuk membantu pengiriman ke rumah sakit terdekat.

Salah satunya, RSI Sunan Kudus tercatat ada 16 anak yang menjalani perawatan pada Kamis (29/1), kemudian setelah observasi ada lima anak yang harus menjalani rawat inap dan hari ini (30/1) ada tambahan dua orang.



Pewarta :
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026