Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai penggunaan aspal karet untuk penanganan jalan nasional salah satunya preservasi lintas Tengah Jawa pada ruas Ajibarang-Banyumas-Klampok-Banjarnegara sepanjang 4,8 kilometer dari total 63,03 kilometer.

Kebijakan pengunaan aspal karet ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo saat bersilaturahmi dengan para petani karet se-Provinsi Sumatra Selatan di Kabupaten Musi Banyuasin pada Maret 2019.

"Aspal karet memiliki tingkat perkerasan lebih baik, tidak mudah meninggalkan jejak roda pada saat aspal basah, dan daya tahan lebih tinggi dibanding aspal biasa,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa

Kementerian PUPR menargetkan pada tahun 2019 panjang efektif jalan nasional 65,56 kilometer menggunakan campuran aspal karet sebanyak 2.542 ton, dengan asumsi penggunaan karet 7 persen terhadap aspal sehingga jumlah karet yang terserap sebanyak 177,95 ton.

Pada 2019, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Direktorat Jenderal Bina Marga melakukan peningkatan kualitas jalan Lintas Tengah Jawa yang meliputi pemeliharaan rutin jalan (20,64 kilometer), pemeliharaan rutin kondisi (25,12 kilometer), rehabilitasi mayor (10,87 kilometer), rekonstruksi jalan (0,9 kilometer), pekerjaan holding (10,87 kilometer), dan pemeliharaan jembatan (597,7 kilometer).

Pada pekerjaan preservasi paket ini dilakukan rehabilitasi mayor sepanjang 10,5 kilometer yang meliputi perbaikan eksisting, penambalan jalan berlubang, dan pengaspalan jalan 2 lapis.

"Ada enam ruas yang dikerjakan, dua diantaranya menggunakan pelapisan aspal karet sepanjang 4,8 kilometer. Yakni ruas Sokaraja-Kaliori sepanjang 2,9 kilometer aspal karet seluruhnya dan Patikraja-Rawalo sepanjang satu kilometer dari total panjang 1,9 kilometer, sisanya aspal modified,” kata Kepala BBPJN VII Akhmad Cahyadi.

Selain menggunakan aspal karet pada pekerjaan rehabilitasi mayor, BBPJN VII melalui Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Jawa Tengah melakukan peningkatan kualitas jalan pada ruas Purwokerto-Patikraja dengan mengganti jalan aspal menjadi beton rigit.

Seluruh pengerjaan konstruksi preservasi jalan ini dilakukan oleh kontraktor PT Satria Buana Pamula Sakti dengan biaya APBN tahun 2019 sebesar Rp49,7 miliar.


Baca juga: Menimbulkan Pencemaran, Opersional Pabrik Pengolah Aspal Dihentikan


Masa pelaksanaan 343 hari kalender sejak kontrak 23 Januari dan ditargetkan selesai 31 Desember 2019. Saat ini progres seluruh pekerjaan mencapai 57,3 persen atau lebih cepat dari rencana sebesar 53 persen.

“Penanganan jalur Lintas Tengah Jawa untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pengendara karena penghubung antara jalur Lintas Selatan dengan Tol Trans Jawa, dan juga jalur Pantai Utara (Pantura),” kata Akhmad Cahyadi.

Selain preservasi jalan, peningkatan kualitas jalan juga dilakukan dengan pembenahan dan pembuatan drainase baru sepanjang 3,6 kilometer. Untuk pembangunan drainase dengan konstruksi baru berada di ruas Purwokerto-Patikraja (350 meter), sedangkan konstruksi beton di Jalan Veteran (250 meter) dan beberapa spot di ruas Purwokerto-Patikraja-Rawalo-Sukoraja-Kaliori sepanjang 3 kilometer.

“Pembangunan drainase jalan yang terhubung dengan sistem drainase lingkungan sangat penting untuk menghindari genangan sehingga memperpanjang usia layanan jalan,” katanya.

Sebagian ruas yang tengah dikerjakan telah dilengkapi lampu penerangan menggunakan solar cell, khususnya pada ruas yang melintasi wilayah kota/kabupaten dan titik-titik yang rawan kecelakaan.

Selanjutnya pada 2020, peningkatan ruas yang belum ditangani akan dilanjutkan di antaranya melakukan pelebaran untuk jalan dengan lebar kurang dari 7 meter (4,5-5,5 meter) sepanjang 21,7 kilometer, di antaranya di ruas Bts (batas).

Kabupaten Banyumas-Klampok (7 kilometer), Klampok-Bts. Kota Banjarnegara (12,8 kilometer), dan ruas Bts. Kota Banjarnegara-Bts. Kabupaten Wonosobo (1,9 kilometer).

Kemudian juga diusulkan pelebaran jalan pada paket Ajibarang sepanjang 1,8 kilometer yakni ruas Buntu-Banyumas (800 meter) dan Banyumas-Bts. Kabupaten Banjarnegara (1 kilometer).

Kelebihan campuran aspal karet alam yakni meningkatkan kualitas perkerasan aspal dalam hal usia layanan dan ketahanan terhadap alur. Penggunaan aspal karet untuk pengaspalan jalan sudah dilakukan Kementerian PUPR di beberapa lokasi jalan nasional, salah satunya di ruas Ciawi-Sukabumi dan Jalan bts Karawang-Cikampek.


Baca juga: Aspal Berpendar Saat Malam Gantikan Lampu Jalan

Pewarta : Ahmad Wijaya
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2024