Bekraf yakin musik Indonesia bisa tembus pasar dunia
Jumat, 12 Juli 2019 13:34 WIB
(Dua dari kanan) Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik dalam konferensi pers kerja sama Bekraf dan 88rising dalam Indonesia Rising untuk memberangkatkan enam solois terpilih pentas di Los Angeles Amerika Serikat.(ANTARA/Devi Nindy)
Jakarta (ANTARA) - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yakin bahwa dengan masuk ke ekosistem musik digital yang tepat, musisi Indonesia bisa membawa karya-karyanya menembus pasar musik internasional.
"Karena Bekraf tugasnya dari sisi faktor ekonomi kreatif, kita justru harus melihat lebih banyak peluang yang bisa membawa talent kita untuk masuk ke ekosistem yang tepat," ujar Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik di Jakarta, Kamis (11/7).
Ricky menyebut beberapa musisi ada yang mengklaim sudah go international dengan pergi ke Amerika Serikat, namun kenyataanya tidak semua dari mereka benar-benar bisa menembus pasar musik internasional.
Baca juga: Bekraf upayakan terobosan tekan pembajakan musik
"Kita kan mau menembus pasar, bukan cuma mau menghibur orang Indonesia nostalgia dengan musisi Indonesia. Itu yang sedang kita tempuh oleh Bekraf," ujar Ricky.
Untuk itu, kerja sama pengembangan talenta yang dibangun Bekraf dengan label musik Amerika Serikat 88rising, yang telah melahirkan Rich Brian dan NIKI, dinilai sebagai kerja nyata untuk musisi Indonesia ke panggung internasional.
Baca juga: Enam solois Indonesia akan pentas di Los Angeles
Bekraf melalui program "Indonesia Creative Incorporated" (ICINC) juga akan memberangkatkan enam solois terpilih untuk pentas di Los Angeles, Amerika Serikat. Mereka adalah Amanta Artadhia Siregar, Devinta Trista Agustina, Monica Eva Sancti, Nicholas Hardy, Steffani Baretta, dan Marcello Laksono.
Ricky mengharapkan enam solois yang dikirim melalui program kerja sama itu tidak hanya matang secara kemampuan, namun dapat terus membuat karya di Amerika Serikat dan ikut tur dunia bersama artis 88rising.
Baca juga: Yuyun George kolaborasi musik dengan musisi Ekuador
Baca juga: Musisi Indonesia luncurkan album di Kamboja
"Karena Bekraf tugasnya dari sisi faktor ekonomi kreatif, kita justru harus melihat lebih banyak peluang yang bisa membawa talent kita untuk masuk ke ekosistem yang tepat," ujar Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik di Jakarta, Kamis (11/7).
Ricky menyebut beberapa musisi ada yang mengklaim sudah go international dengan pergi ke Amerika Serikat, namun kenyataanya tidak semua dari mereka benar-benar bisa menembus pasar musik internasional.
Baca juga: Bekraf upayakan terobosan tekan pembajakan musik
"Kita kan mau menembus pasar, bukan cuma mau menghibur orang Indonesia nostalgia dengan musisi Indonesia. Itu yang sedang kita tempuh oleh Bekraf," ujar Ricky.
Untuk itu, kerja sama pengembangan talenta yang dibangun Bekraf dengan label musik Amerika Serikat 88rising, yang telah melahirkan Rich Brian dan NIKI, dinilai sebagai kerja nyata untuk musisi Indonesia ke panggung internasional.
Baca juga: Enam solois Indonesia akan pentas di Los Angeles
Bekraf melalui program "Indonesia Creative Incorporated" (ICINC) juga akan memberangkatkan enam solois terpilih untuk pentas di Los Angeles, Amerika Serikat. Mereka adalah Amanta Artadhia Siregar, Devinta Trista Agustina, Monica Eva Sancti, Nicholas Hardy, Steffani Baretta, dan Marcello Laksono.
Ricky mengharapkan enam solois yang dikirim melalui program kerja sama itu tidak hanya matang secara kemampuan, namun dapat terus membuat karya di Amerika Serikat dan ikut tur dunia bersama artis 88rising.
Baca juga: Yuyun George kolaborasi musik dengan musisi Ekuador
Baca juga: Musisi Indonesia luncurkan album di Kamboja
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah terbitkan surat edaran kewajiban pembayaran royalti lagu dan musik di ruang publik komersial
30 December 2025 14:35 WIB
Menkum : Pemerintah perkuat transparansi dan keadilan tata kelola royalti musik
02 November 2025 7:57 WIB
Warga Desa Pagerjurang Boyolali rayakan kemerdekaan dengan kibarkan bendera sepanjang 80 meter
15 August 2025 20:32 WIB
Terpopuler - Musik, Film, dan TV
Lihat Juga
Air Mata Di Ujung Sajadah 2 jadi momen produser film pulang ke kampung halaman
17 October 2025 13:26 WIB
"Menunggu Dijemput" dapat sambutan hangat di Madani International Film Festival 2025
16 October 2025 10:39 WIB