Bupati Pati: Layanan digital ciptakan efisiensi transparansi
Rabu, 26 Juni 2019 0:52 WIB
Bupati Pati Haryanto saat mengunjungi Kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Selasa (25/6). (Foto : Dok.)
Pati (ANTARA) - Pelayanan secara digital yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dalam pengadaan barang dan jasa dinilai mendukung transparansi dan efisiensi kegiatan itu, kata Bupati Pati Haryanto.
"Untuk pengadaan barang dan jasa, Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Pati senantiasa mengedepankan inovasi dalam memberikan pelayanan," ujarnya di sela-sela mengunjungi kantor ULP Kabupaten Pati, Selasa.
Ia mengungkapkan dalam hal pengadaan barang dan jasa memiliki inovasi e-project pascakontrak yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan setelah kontrak.
Jika sebelumnya harus turun ke lapangan, katanya, sekarang ketika tidak ada kesempatan, cukup melihat lewat e-project.
Setiap pekan, katanya, akan ada perkembangan laporan dari penyedia dan pengawas, dan pejabat pembuat komitmen (PPK) pun turut mengendalikan laporan tersebut.
"Itulah inovasi yang terbangun dengan sistem, sehingga rekanan tidak perlu susah payah karena pemantauannya bisa hanya lewat telepon pintar," ujarnya.
Baca juga: Bupati Pati Haryanto gulirkan gerakan pungut sampah
Dengan transparansi yang terbangun saat ini, lanjut di, selain bisa mencegah penyimpangan juga dapat berdampak pada efisiensi anggaran dari tahun ke tahun.
Pada 2018 tingkat efisiensinya hanya enam persen, sedangkan untuk pertengahan 2019 sudah mencapai efisiensi hingga 14 persen lebih.
Hal itu, lanjut Haryanto, merupakan bukti bahwa pengadaan barang dan jasa bisa diterima rekanan.
Lebih lanjut, Haryanto menegaskan, bahwa selama ini pengadaan barang dan jasa tidak begitu banyak keluhan dan keberatan karena sistemnya sudah berjalan dengan baik.
"Semua aturan yang sudah diketahui rekanan juga harus dipatuhi dan diikuti," terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Haryanto juga berkesempatan untuk berdialog langsung dengan sejumlah pejabat pengelola ULP guna mengetahui berbagai kendala dan keluhan yang dialami.
Selain itu bupati juga memberikan motivasi agar pengelola ULP bisa bersikap profesional dan tidak takut terhadap ancaman atau teror yang mungkin terjadi selama menjalankan tugasnya.
Kinerja ULP Kabupaten Pati juga mendapat pengakuan dari Pemprov Jateng, selain pula sering direkomendasikan oleh KPK sebagai tujuan studi banding.
Meskipun demikian, Bupati Pati Haryanto tetap tidak pernah absen untuk terus memberikan motivasi kepada para pegawai di unit tersebut agar lebih meningkatkan kinerjanya.
Baca juga: Bupati Pati ajak masyarakat taat bayar pajak
"Untuk pengadaan barang dan jasa, Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Pati senantiasa mengedepankan inovasi dalam memberikan pelayanan," ujarnya di sela-sela mengunjungi kantor ULP Kabupaten Pati, Selasa.
Ia mengungkapkan dalam hal pengadaan barang dan jasa memiliki inovasi e-project pascakontrak yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan setelah kontrak.
Jika sebelumnya harus turun ke lapangan, katanya, sekarang ketika tidak ada kesempatan, cukup melihat lewat e-project.
Setiap pekan, katanya, akan ada perkembangan laporan dari penyedia dan pengawas, dan pejabat pembuat komitmen (PPK) pun turut mengendalikan laporan tersebut.
"Itulah inovasi yang terbangun dengan sistem, sehingga rekanan tidak perlu susah payah karena pemantauannya bisa hanya lewat telepon pintar," ujarnya.
Baca juga: Bupati Pati Haryanto gulirkan gerakan pungut sampah
Dengan transparansi yang terbangun saat ini, lanjut di, selain bisa mencegah penyimpangan juga dapat berdampak pada efisiensi anggaran dari tahun ke tahun.
Pada 2018 tingkat efisiensinya hanya enam persen, sedangkan untuk pertengahan 2019 sudah mencapai efisiensi hingga 14 persen lebih.
Hal itu, lanjut Haryanto, merupakan bukti bahwa pengadaan barang dan jasa bisa diterima rekanan.
Lebih lanjut, Haryanto menegaskan, bahwa selama ini pengadaan barang dan jasa tidak begitu banyak keluhan dan keberatan karena sistemnya sudah berjalan dengan baik.
"Semua aturan yang sudah diketahui rekanan juga harus dipatuhi dan diikuti," terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Haryanto juga berkesempatan untuk berdialog langsung dengan sejumlah pejabat pengelola ULP guna mengetahui berbagai kendala dan keluhan yang dialami.
Selain itu bupati juga memberikan motivasi agar pengelola ULP bisa bersikap profesional dan tidak takut terhadap ancaman atau teror yang mungkin terjadi selama menjalankan tugasnya.
Kinerja ULP Kabupaten Pati juga mendapat pengakuan dari Pemprov Jateng, selain pula sering direkomendasikan oleh KPK sebagai tujuan studi banding.
Meskipun demikian, Bupati Pati Haryanto tetap tidak pernah absen untuk terus memberikan motivasi kepada para pegawai di unit tersebut agar lebih meningkatkan kinerjanya.
Baca juga: Bupati Pati ajak masyarakat taat bayar pajak
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dirut ANTARA dorong peran kantor berita sebagai rujukan cek fakta yang akurat dan terpercaya
16 jam lalu
BPS: KEK dan kawasan industri memiliki berkontribusi tumbuhkan ekonomi Jateng
12 February 2026 19:49 WIB
Forum akademik FEB UMS bahas pembangunan ekonomi, kesejahteraan, dan kualitas pekerjaan di era global
12 February 2026 19:40 WIB
UMS tingkatkan profesionalisme dan dorong ormawa jadi organisasi berdampak
12 February 2026 19:06 WIB
LKBN ANTARA paparkan peran strategis dan kontribusi lembaga untuk pemulihan bencana
12 February 2026 18:57 WIB
Disnakertrans Jateng dan BPJS Ketenagakerjaan perkuat sinergi, serahkan santunan ke ahli waris pekerja
12 February 2026 18:38 WIB
BPJS Ketenagakerjaan serahkan klaim JKM ke ahli waris marbot dan pengurus masjid
12 February 2026 18:11 WIB
Sosialisasi parenting mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS dorong sinergi orang tua dan sekolah dalam mendidik anak
12 February 2026 18:07 WIB
Mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS gelar program edukatif dan kreatif di TPA Al-Hawwa
12 February 2026 18:03 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Pemprov Jateng sebut kawasan industri jadi magnet investasi tanamkan modali
12 February 2026 20:33 WIB
Pemprov Jateng siapkan perawatan rutin jaga nyala Api Abadi Mrapen tidak meredup
12 February 2026 19:54 WIB
UMS tingkatkan profesionalisme dan dorong ormawa jadi organisasi berdampak
12 February 2026 19:06 WIB