Warga Boyolali gotong royong singkirkan lumpur banjir
Kamis, 4 April 2019 17:37 WIB
Sejumlah warga menyeberangi banjir di jalan kampung Dukuh Tegalan, Desa Kismoyoso, Kabupaten Boyolali, Kamis (4/4). (Foto: Bambang Dwi Marwoto)
Boyolali (ANTARA) - Warga mulai bergotong royong menyingkirkan sisa lumpur dan sampah yang terbawa banjir di Desa Kismoyoso, Kabupaten Boyolali, Kamis.
Hujan deras yang turun sejak Rabu (3/4) malam hingga Kamis, sekitar pukul 08.00 WIB, menyebabkan air menggenangi jalan dan sebagian masuk halaman dan rumah warga Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.
Banjir yang sempat menggenangi halamam SD Kismoyoso 3 Desa Kismoyoso dengan ketinggian air sekitar satu lutut orang dewasa menyebabkan para siswa dipulangkan lebih awal untuk mengantisipasi meningkatnya ketinggian genangan.
Kepala SD Negeri Kismoyoso 3 Sutrisnan Rohadi mengatakan air mulai menggenangi halaman sekolah pada pukul 08.00 WIB, tetapi tidak sampai masuk ruang sekolah.
Sekitar pukul 10.00 WIB, air bertambah naik hingga selutut orang dewasa di halama sekolah. Para siswa dipulangkan lebih awal untuk mengantisipasi kondisi bertambah parah.
Sekitar pukul 14.30 WIB, air mulai surut dan warga sekitar kemudian gotong royong menyingkirkan lumpur sisa banjir di halaman rumah masing-masing.
Salah satu warga Dukuh Tegalan, Desa Kismoyoso, Ali, mengatakan air banjir kedalaman berkisar 30-50 centimeter tidak sampai masuk rumah-rumah warga, sedangkan ruang kelas di sekolah setempat juga masih aman.
"Banjir masih sebatas menggenangi jalanan dan halaman rumah warga," katanya.
Banjir disebabkan meluapnya air Sungai Desa Kismoyoso hingga jalan dan halaman rumah warga. Namun, air belum sampai masuk rumah warga.
Banjir di desa itu, katanya, sudah sering terjadi jika hujan turun dengan deras dan waktunya agak lama.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Boyolali Purwanto membenarkan kejadian itu.
BPBD Boyolali mendapat laporan tentang tiga desa di Kecamatan Ngemplak yang mengalami banjir, yakni Kismoyoso, Ngargorejo, dan Manggung.
Pihaknya sudah menyalurkan bantuan logistik ke lokasi-lokasi banjir di tiga desa itu, untuk mendukung warga bekerja bakti mengatasi bencana itu.
Hujan deras yang turun sejak Rabu (3/4) malam hingga Kamis, sekitar pukul 08.00 WIB, menyebabkan air menggenangi jalan dan sebagian masuk halaman dan rumah warga Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.
Banjir yang sempat menggenangi halamam SD Kismoyoso 3 Desa Kismoyoso dengan ketinggian air sekitar satu lutut orang dewasa menyebabkan para siswa dipulangkan lebih awal untuk mengantisipasi meningkatnya ketinggian genangan.
Kepala SD Negeri Kismoyoso 3 Sutrisnan Rohadi mengatakan air mulai menggenangi halaman sekolah pada pukul 08.00 WIB, tetapi tidak sampai masuk ruang sekolah.
Sekitar pukul 10.00 WIB, air bertambah naik hingga selutut orang dewasa di halama sekolah. Para siswa dipulangkan lebih awal untuk mengantisipasi kondisi bertambah parah.
Sekitar pukul 14.30 WIB, air mulai surut dan warga sekitar kemudian gotong royong menyingkirkan lumpur sisa banjir di halaman rumah masing-masing.
Salah satu warga Dukuh Tegalan, Desa Kismoyoso, Ali, mengatakan air banjir kedalaman berkisar 30-50 centimeter tidak sampai masuk rumah-rumah warga, sedangkan ruang kelas di sekolah setempat juga masih aman.
"Banjir masih sebatas menggenangi jalanan dan halaman rumah warga," katanya.
Banjir disebabkan meluapnya air Sungai Desa Kismoyoso hingga jalan dan halaman rumah warga. Namun, air belum sampai masuk rumah warga.
Banjir di desa itu, katanya, sudah sering terjadi jika hujan turun dengan deras dan waktunya agak lama.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Boyolali Purwanto membenarkan kejadian itu.
BPBD Boyolali mendapat laporan tentang tiga desa di Kecamatan Ngemplak yang mengalami banjir, yakni Kismoyoso, Ngargorejo, dan Manggung.
Pihaknya sudah menyalurkan bantuan logistik ke lokasi-lokasi banjir di tiga desa itu, untuk mendukung warga bekerja bakti mengatasi bencana itu.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim gabungan dan warga gotong royong atasi tanggul Sungai Tuntang Demak yang jebol
17 February 2026 15:51 WIB
Sumanto apresiasi dalang Karanganyar gotong-royong pentaskan wayang kulit 30 jam
21 November 2025 15:56 WIB
Perkuat disiplin dan gotong royong Polres Wonosobo gelar Apel Akbar Kebangsaan Buruh
23 October 2025 12:20 WIB
Terpopuler - Bencana Alam
Lihat Juga
Muhammadiyah ingatkan resiliensi bencana penting bagi pangan-ekonomi Jateng selatan
15 May 2026 14:14 WIB