Padat karya infrastruktur Kota Magelang serap 578 pekerja
Selasa, 5 Maret 2019 14:54 WIB
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito (kanan) memukul gong tanda pembukaan Program Padat Karya Infrastruktur 2019, Selasa (5/3). (Foto: Dok. Humas Pemkot Magelang)
Kota Magelang (ANTARA) - Pelaksanaan program padat karya infrastruktur di Kota Magelang menyerap 578 tenaga kerja terutama kalangan penganggur dan setengah pengangguran dari keluarga kurang mampu, kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Magelang Gunadi Wirawan.
"Program ini dalam upaya mendayagunakan tenaga kerja penganggur dan setengah penganggur dari keluarga kurang mampu," katanya usai Pembukaan Kegiatan Padat Karya Infrastruktur Kota Magelang 2019 di Kelurahan Panjang, Kecamatan Magelang Tengah di Magelang, Selasa.
Ia mengatakan program yang menyerap APBD Kota Magelang 2019 sekitar Rp1,44 miliar itu, diwujudkan dalam sejumlah kegiatan pembangunan infrastruktur di tiga kecamatan.
Di Kecamatan Magelang Utara dan Magelang Tengah, katanya, berupa pembuatan talud atau fondasi, tembok makam, pembuatan pelat beton tutup saluran.
Di Kecamatan Magelang Selatan berupa pembuatan talud atau fondasi, rabat beton jalan, talud makam, dan talud lahan bengkok.
Ia menyebut mereka yang menjadi tenaga kerja dalam program itu berasal dari 17 kelurahan di kota dengan tiga kecamatan tersebut.
"Tahun ini seluruh tenaga kerja berasal dari 17 kelurahan di Kota Magelang, masing-masing kelurahan ada 34 orang," ujarnya dalam keterangan tertulis Humas Pemkot Magelang.
Ia menjelaskan tujuan program tersebut, antara lain menyediakan lapangan kerja sementara, menambah pendapatan masyarakat melalui upah pekerja, dan membangun sejumlah infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
"Program ini mendukung program strategis Pemerintah Kota Magelang, terutama untuk mengurangi kemiskinan dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)," ucap dia.
Ia menyebutkan tentang upah pekerja pada program padat karya infrastruktur pada 2019, yakni mandor Rp65.000 per orang, kepala tukang Rp70.000 per orang, tukang batu Rp65.000 per orang, dan pekerja Rp55.000 per orang.
Mereka akan bekerja selama 20 hari ke depan, mulai pukul 08.00-12.00 WIB, sedangkan khusus Jumat mulai pukul 07.30-11.00 WIB.
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengemukakan padat karya salah satu program untuk menekan pengangguran, menambah pendapatan, meningkatkan kebersamaan dan gotong royong masyarakat.
Ia berpesan kepada para tenaga kerja untuk disiplin selama bekerja hingga menyelesaikan program tersebut.
"Bekerjalah dengan baik, kalau ke lokasi ya jangan pas jam 08.00 WIB, paling tidak jam 07.30 WIB. Apel, absen dulu, siapa yang tidak masuk. Tapi yang penting semua pekerja harus guyup rukun," kata Sigit yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Magelang itu.
Ia juga meminta para pekerja memperhatikan proses pembangunan agar hasilnya baik dan benar, sedangkan masyarakat harus menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan padat karya dengan sebaik-baiknya.
"Kalau bangun talud ya yang lurus, diukur yang benar, yang bagus. Kita pengin Kota Magelang bagus dan bagus. Warga juga harus menjaga, merawat, supaya hasilnya bisa bermanfaat," kata Sigit. (hms)
"Program ini dalam upaya mendayagunakan tenaga kerja penganggur dan setengah penganggur dari keluarga kurang mampu," katanya usai Pembukaan Kegiatan Padat Karya Infrastruktur Kota Magelang 2019 di Kelurahan Panjang, Kecamatan Magelang Tengah di Magelang, Selasa.
Ia mengatakan program yang menyerap APBD Kota Magelang 2019 sekitar Rp1,44 miliar itu, diwujudkan dalam sejumlah kegiatan pembangunan infrastruktur di tiga kecamatan.
Di Kecamatan Magelang Utara dan Magelang Tengah, katanya, berupa pembuatan talud atau fondasi, tembok makam, pembuatan pelat beton tutup saluran.
Di Kecamatan Magelang Selatan berupa pembuatan talud atau fondasi, rabat beton jalan, talud makam, dan talud lahan bengkok.
Ia menyebut mereka yang menjadi tenaga kerja dalam program itu berasal dari 17 kelurahan di kota dengan tiga kecamatan tersebut.
"Tahun ini seluruh tenaga kerja berasal dari 17 kelurahan di Kota Magelang, masing-masing kelurahan ada 34 orang," ujarnya dalam keterangan tertulis Humas Pemkot Magelang.
Ia menjelaskan tujuan program tersebut, antara lain menyediakan lapangan kerja sementara, menambah pendapatan masyarakat melalui upah pekerja, dan membangun sejumlah infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
"Program ini mendukung program strategis Pemerintah Kota Magelang, terutama untuk mengurangi kemiskinan dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)," ucap dia.
Ia menyebutkan tentang upah pekerja pada program padat karya infrastruktur pada 2019, yakni mandor Rp65.000 per orang, kepala tukang Rp70.000 per orang, tukang batu Rp65.000 per orang, dan pekerja Rp55.000 per orang.
Mereka akan bekerja selama 20 hari ke depan, mulai pukul 08.00-12.00 WIB, sedangkan khusus Jumat mulai pukul 07.30-11.00 WIB.
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengemukakan padat karya salah satu program untuk menekan pengangguran, menambah pendapatan, meningkatkan kebersamaan dan gotong royong masyarakat.
Ia berpesan kepada para tenaga kerja untuk disiplin selama bekerja hingga menyelesaikan program tersebut.
"Bekerjalah dengan baik, kalau ke lokasi ya jangan pas jam 08.00 WIB, paling tidak jam 07.30 WIB. Apel, absen dulu, siapa yang tidak masuk. Tapi yang penting semua pekerja harus guyup rukun," kata Sigit yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Magelang itu.
Ia juga meminta para pekerja memperhatikan proses pembangunan agar hasilnya baik dan benar, sedangkan masyarakat harus menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan padat karya dengan sebaik-baiknya.
"Kalau bangun talud ya yang lurus, diukur yang benar, yang bagus. Kita pengin Kota Magelang bagus dan bagus. Warga juga harus menjaga, merawat, supaya hasilnya bisa bermanfaat," kata Sigit. (hms)
Pewarta : M. Hari Atmoko
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rektor UIN Walisongo serahkan Satyalencana Karya Satya pada upacara HAB Kemenag ke-80
07 January 2026 20:28 WIB
Rais Aam PBNU resmikan Markaz Turats Ulama Kudus simpan karya ulama agar dikenali generasi muda
16 December 2025 22:06 WIB
Perbaikan jalan provinsi Kendal–Temanggung, 95 persen ruas di Jateng kini berstatus mantap
01 December 2025 14:49 WIB
Tiga peneliti Undip raih Anugerah Karya Riset Pembangunan Jateng dari BRIDA
13 November 2025 17:03 WIB
Solo Art Market tampilkan karya UMKM lokal, hidupkan ekosistem seni dan fesyen
26 October 2025 15:37 WIB