Ganjar dan pemuka agama "Ngonthel Kebangsaan" bareng
Minggu, 23 Desember 2018 15:48 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersepeda melintas GPIB Immanuel atau yang dikenal dengan sebutan Gereja Blenduk ada kegiatan "Ngonthel Kebangsaan". (Foto: Dok.Humas Pemprov Jateng)
Semarang (Antaranews Jateng) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan para pemuka agama di Kota Semarang, Minggu, bersepeda bareng pada kegiatan "Ngonthel Kebangsaan" yang bertujuan menjalin kerukunan dan persatuan antarumat beragama.
Kegiatan "Ngonthel Kebangsaan" yang diinisiasi Komunitas Sepeda Tua Indonesia ini diikuti anggotanya dari seluruh penjuru tanah air bersama masyarakat Provinsi Jateng.
Sekitar 10 ribu ontelis dari berbagai provinsi terlihat memenuhi ruas-ruas utama jalanan Kota Semarang dengan mengayuh sepeda antiknya masing-masing, mulai dari merek Gazelle, Fongers sampai Simplek Amsterdam yang dikayuh Gubernur Ganjar.
Ganjar mengawali bersepeda dari kantor Gubernur Jateng kemudian secara berurutan menuju Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Gereja Blenduk, Kelenteng Sam Poo Kong, Gereja Katedral.
Pada titik-titik pemberhentian tersebut, Ganjar bersama rombongan ontelis menjemput satu persatu pemuka agama.
Di MAJT, Ganjar menjemput Kiai Haji Nur Achmad selaku Ketua Dewan Pelaksana Pengelola MAJT, di Gereja Blenduk menjemput perwakilan tokoh agama Kristen, di Kelenteng Sam Poo Kong menjemput perwakilan tokoh Budha dan Kong Hu Chu.
Terakhir, di Gereja Katedral yang berdekatan dengan Keuskupan Semarang, Ganjar menjemput Romo Robertus Rubiyatmoko, Uskup Agung Keuskupan Semarang sebagai perwakilan dari umat Katolik.
Ganjar tidak terlihat lelah meski mengayuh sepeda tua sejauh kurang lebih 7 kilometer, bahkan di sepanjang perjalanan Ganjar dan tokoh lintas agama tersebut sesekali nampak ngobrol dan tidak jarang mereka saling melempar tawa.
"Mereka bercerita semangat kebangsaan ini diwujudkan melalui aktivitas 'ngonthel' bersama. Yang luar biasa bukan 'ngonthelnya', tapi berkumpulnya masyarakat seluruh Indonesia dengan tema kebangsaan," kata Ganjar.
Masyarakat Jateng, lanjut Ganjar, tidak hanya bicara soal konsep, tapi mengimplementasikan kerukunan hingga akhirnya persaudaraannya terjadi antara mereka yang hobi "ngonthel", berkumpul, dan bisa bergandengan tangan dengan berbagai umat beragama yang ada di Jateng.
"Betapa bahagia dan bangga, campur aduk rasanya. Kita olahraga, raganya sehat dan nilai kebangsaan tadi membuat jiwa kita sehat, maka dua itu yang membuat bangsa kita kuat. Kita merawat Bhinneka Tunggal Ika dengan sangat baik, menghormati agama apapun dan sangat rukun," ujarnya.
Uskup Agung Semarang Romo Robertus Rubiyatmoko menambahkan persaudaraan saat bersepeda bareng ini sangat kental, bahkan dirinya bersama pemuka lintas agama dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bertekad menjadikan acara ini sebagai agenda tahunan.
"Senang karena 'paseduluran' yang erat sekali. Kami sangat semangat ingin membuat acara seperti ini setiap tahun, santai tapi akrab kekeluargaan. Indonesia banget," katanya.
Kegiatan "Ngonthel Kebangsaan" yang diinisiasi Komunitas Sepeda Tua Indonesia ini diikuti anggotanya dari seluruh penjuru tanah air bersama masyarakat Provinsi Jateng.
Sekitar 10 ribu ontelis dari berbagai provinsi terlihat memenuhi ruas-ruas utama jalanan Kota Semarang dengan mengayuh sepeda antiknya masing-masing, mulai dari merek Gazelle, Fongers sampai Simplek Amsterdam yang dikayuh Gubernur Ganjar.
Ganjar mengawali bersepeda dari kantor Gubernur Jateng kemudian secara berurutan menuju Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Gereja Blenduk, Kelenteng Sam Poo Kong, Gereja Katedral.
Pada titik-titik pemberhentian tersebut, Ganjar bersama rombongan ontelis menjemput satu persatu pemuka agama.
Di MAJT, Ganjar menjemput Kiai Haji Nur Achmad selaku Ketua Dewan Pelaksana Pengelola MAJT, di Gereja Blenduk menjemput perwakilan tokoh agama Kristen, di Kelenteng Sam Poo Kong menjemput perwakilan tokoh Budha dan Kong Hu Chu.
Terakhir, di Gereja Katedral yang berdekatan dengan Keuskupan Semarang, Ganjar menjemput Romo Robertus Rubiyatmoko, Uskup Agung Keuskupan Semarang sebagai perwakilan dari umat Katolik.
Ganjar tidak terlihat lelah meski mengayuh sepeda tua sejauh kurang lebih 7 kilometer, bahkan di sepanjang perjalanan Ganjar dan tokoh lintas agama tersebut sesekali nampak ngobrol dan tidak jarang mereka saling melempar tawa.
"Mereka bercerita semangat kebangsaan ini diwujudkan melalui aktivitas 'ngonthel' bersama. Yang luar biasa bukan 'ngonthelnya', tapi berkumpulnya masyarakat seluruh Indonesia dengan tema kebangsaan," kata Ganjar.
Masyarakat Jateng, lanjut Ganjar, tidak hanya bicara soal konsep, tapi mengimplementasikan kerukunan hingga akhirnya persaudaraannya terjadi antara mereka yang hobi "ngonthel", berkumpul, dan bisa bergandengan tangan dengan berbagai umat beragama yang ada di Jateng.
"Betapa bahagia dan bangga, campur aduk rasanya. Kita olahraga, raganya sehat dan nilai kebangsaan tadi membuat jiwa kita sehat, maka dua itu yang membuat bangsa kita kuat. Kita merawat Bhinneka Tunggal Ika dengan sangat baik, menghormati agama apapun dan sangat rukun," ujarnya.
Uskup Agung Semarang Romo Robertus Rubiyatmoko menambahkan persaudaraan saat bersepeda bareng ini sangat kental, bahkan dirinya bersama pemuka lintas agama dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bertekad menjadikan acara ini sebagai agenda tahunan.
"Senang karena 'paseduluran' yang erat sekali. Kami sangat semangat ingin membuat acara seperti ini setiap tahun, santai tapi akrab kekeluargaan. Indonesia banget," katanya.
Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Muhammad Hatta sebut pilar kebangsaan jadi semangat anak muda bangun bangsa
25 December 2025 9:16 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI sampaikan pentingnya pilar kebangsaan untuk bela negara
25 December 2025 8:45 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI sebut dialog pilar kebangsaan harus rutin diselenggarakan
24 December 2025 18:22 WIB
Muhammad Hatta ajak karang taruna tanamkan empat pilar kebangsaan dalam bermasyarakat
24 December 2025 14:27 WIB
Anggota MPR: Pelajar Banyumas harus pahami dan mengamalkan empat pilar kebangsaan
12 December 2025 18:48 WIB
157 Peserta Ikuti Pelatihan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Rindam IV Diponegoro
01 December 2025 17:05 WIB