Pakar: Belum banyak yang tahu teh-teh yang masuk specialty tea
Minggu, 25 November 2018 18:23 WIB
Para juri dan peserta "Tea Brewing Competition, Tea Mixologist". Lomba ini diadakan dalam rangkaian acara Kompetisi di SIAL Interfood, yang diselenggarakan di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu, (24/11) 2018. (istimewa)
Jakarta (Antaranews Jateng) - Selama ini orang mengkonsumsi teh hanya dinikmati sebagai minuman teh hangat, namun pakar teh Ratna Somantri mengungkapkan bahwa teh juga bisa dikreasikan menjadi minuman modern.
Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu dia menyatakan, menambahkan teh ke dalam minuman bisa meningkatkan nilai dari minuman tersebut karena teh dianggap sebagai minuman yang punya banyak manfaat untuk kesehatan, banyak ragam dan juga cerita menarik yang bisa diangkat.
Menurut Ratna, saat ini Indonesia memiliki 50 ragam teh, namun belum banyak orang yang tahu mengenai teh-teh Indonesia yang masuk kategori specialty tea.
Terkait hal itu Association of Indonesia Specialty Tea (AISTea) bersama industri teh menggelar lomba unik yang baru pertama kali diadakan di Indonesia, yakni "Tea Brewing Competition, Tea Mixologist". Lomba ini diadakan dalam rangkaian acara Kompetisi di SIAL Interfood, yang diselenggarakan di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (24/11).
Ratna Somantri yang juga Humas dan Promosi AISTea mengatakan, saat ini "tea mixologist" adalah sesuatu yang baru di Indonesia. Kebanyakan peserta yang ikut di kompetisi ini adalah barista dan chef yang mulai mempelajari teh dan tertarik untuk menambahkan teh dalam kreasi minuman mereka.
"Nah dengan kebaruan ini, demandnya terbuka lebar karena saat ini pertumbuhan kafe sangat tinggi dan mereka membutuhkan variasi minuman yang berbeda untuk meningkatkan daya saing. Minuman berbahan dasar teh adalah salah satu pilihan karena unik, enak, dan sehat," katanya.
Direktur PT Duta Serpack Inti, produsen Teh 2Tang, Eko Handoko menambahkan, teh itu tidak sekadar teh yang diseduh dan diminum, tetapi dengan menambah kreativitas, teh bisa dijadikan minuman yang sangat bervariasi dan bisa dinikmati di semua generasi.
"Syaratnya, tentu saja harus menggunakan teh yang berkualitas, Untuk itulah kami mendukung acara ini" katanya.
Beberapa teh Indonesia grade specialty tea yang sudah diberi merk masih terbatas pemasarannya, lanjutnya, kompetisi teh ini diharapkan membuat pasar teh specialty tea di Indonesia menjadi semakin berkembang.(Editor : Alviansyah Pasaribu).
Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu dia menyatakan, menambahkan teh ke dalam minuman bisa meningkatkan nilai dari minuman tersebut karena teh dianggap sebagai minuman yang punya banyak manfaat untuk kesehatan, banyak ragam dan juga cerita menarik yang bisa diangkat.
Menurut Ratna, saat ini Indonesia memiliki 50 ragam teh, namun belum banyak orang yang tahu mengenai teh-teh Indonesia yang masuk kategori specialty tea.
Terkait hal itu Association of Indonesia Specialty Tea (AISTea) bersama industri teh menggelar lomba unik yang baru pertama kali diadakan di Indonesia, yakni "Tea Brewing Competition, Tea Mixologist". Lomba ini diadakan dalam rangkaian acara Kompetisi di SIAL Interfood, yang diselenggarakan di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (24/11).
Ratna Somantri yang juga Humas dan Promosi AISTea mengatakan, saat ini "tea mixologist" adalah sesuatu yang baru di Indonesia. Kebanyakan peserta yang ikut di kompetisi ini adalah barista dan chef yang mulai mempelajari teh dan tertarik untuk menambahkan teh dalam kreasi minuman mereka.
"Nah dengan kebaruan ini, demandnya terbuka lebar karena saat ini pertumbuhan kafe sangat tinggi dan mereka membutuhkan variasi minuman yang berbeda untuk meningkatkan daya saing. Minuman berbahan dasar teh adalah salah satu pilihan karena unik, enak, dan sehat," katanya.
Direktur PT Duta Serpack Inti, produsen Teh 2Tang, Eko Handoko menambahkan, teh itu tidak sekadar teh yang diseduh dan diminum, tetapi dengan menambah kreativitas, teh bisa dijadikan minuman yang sangat bervariasi dan bisa dinikmati di semua generasi.
"Syaratnya, tentu saja harus menggunakan teh yang berkualitas, Untuk itulah kami mendukung acara ini" katanya.
Beberapa teh Indonesia grade specialty tea yang sudah diberi merk masih terbatas pemasarannya, lanjutnya, kompetisi teh ini diharapkan membuat pasar teh specialty tea di Indonesia menjadi semakin berkembang.(Editor : Alviansyah Pasaribu).
Pewarta : Subagyo
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rute penerbangan dari bandara di Jateng kian banyak, jadi daya tarik investasi dan pariwisata
20 December 2025 14:11 WIB
Keluarga PB XIII terima banyak ucapan duka cita di hari kedua mangkatnya Raja Surakarta
03 November 2025 19:30 WIB
Tim Indonesia berpeluang raih banyak medali pada Polytron Indonesia Para Badminton Internasional
01 November 2025 17:34 WIB
Kapasitas gedung baru Imigrasi Semarang bisa layani lebih banyak pemohon paspor
21 May 2025 18:48 WIB
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
Balefest 2025 Suarasa Balekambang siap hibur masyarakat pada pergantian tahun
08 December 2025 19:39 WIB
Kaligrafi China dan Arab berpadu dalam pameran Tiongkok-Indonesia di Banyumas
25 November 2025 14:41 WIB
Sumanto ajak masyarakat pahami pesan moral dalam lakon Wayang Kulit Kresna Duta
21 November 2025 17:27 WIB