Solo (ANTARA) - Tim Indonesia berpeluang meraih banyak medali pada turnamen Polytron Indonesia Para Badminton Internasional (PIPBI) 2025 yang berlangsung di GOR Indoor Manahan Solo, Jawa Tengah.
“Untuk hari ini memang kita (tim Indonesia) banyak juga yang memasuki semifinal, terutama nomor-nomor unggulan seperti double mix, nomor single lain, SL 3 putri, SL 4 putri alhamdulilah bisa masuk final besok. Itu memang yang kami harapkan untuk bisa meraih medali emas nantinya,” kata pelatih para badminton Indonesia Muhammad Nurrahman di sela pertandingan, Sabtu.
Dengan demikian, untuk penambahan medali kemungkinan terjadi di di double SL 3 putra dan SL 4 putri.
“Tapi ini pertandingan masih berlangsung, minimal sampai dengan sekarang paling tidak tiga medali emas bisa kita raih, mudah-mudahan besok bisa bertambah lagi untuk target selanjutnya,” katanya.
Sedangkan untuk ganda campuran SH 6, dikatakannya, sejauh ini persaingan masih cukup ketat. Ia mengatakan hingga saat ini tim SH 6 Indonesia memperlihatkan penampilan yang baik.
“Mudah-mudahan dapat emas, itu salah satu yang kami targetkan dapat emas,” katanya.
Untuk wheelchair Indonesia, ia berharap juga dapat menyumbangkan medali.
“Untuk wheelchair kami sudah persiapkan sejak jauh-jauh tahun, karena wheelchair kita upayakan bisa tampil dan bisa dapat medali, tidak harus emas atau perak, setidaknya dapat medali dengan persiapan program yang lumayan lama,” katanya.
Ia berharap untuk wheelchair dapat berkompetisi ke event yang lebih besar lagi.
“Harapannya bisa masuk olimpiade dan bisa bersaing dengan negara kuat, seperti Jepang, Korea, China yang punya atlet wheelchair yang cukup bagus,” katanya.
Sementara itu, perebutan tiket final PIPBI 2025 yang berlangsung Sabtu bergulir sengit dan penuh kejutan. Tak hanya memperebutkan medali emas, mereka juga berupaya meraih poin guna menaikkan peringkat dunia, lantaran turnamen yang didukung Bakti Olahraga Djarum Foundation ini berstatus Grade 2 Level 1.
Pada pertarungan final yang berlangsung pada Minggu (2/11), Indonesia melaju di empat nomor, satu di antaranya all Indonesian final Ganda Campuran SL 3 - SU 5. Sementara itu tuan rumah juga sudah dipastikan meraih emas pada Tunggal Putri SL 4 dan Ganda Putri SL 3 - SU 5.
All Indonesian final terjadi di nomor Ganda Campuran SL 3 - SU 5 yang mempertemukan Fredy Setiawan/Khalimatus Sadiyah dan Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila.
Kedua pasangan tersebut berhasil meraih tiket final usai menjalani pertarungan alot melalui drama rubber set melawan wakil dari India. Fredy Setiawan/Khalimatus Sadiyah sebagai peringkat satu dunia (per tanggal 28 Oktober 2025) menang atas Pramod Bhagat/Manisha Ramadass 21-18, 13-21, 22-20.
Sementara Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila yang merupakan unggulan ketiga sukses mengandaskan Kumar Nitesh/Thulasimathi Murugesan 19-21, 21-
12, 21-16.
Fredy mengakui laga semifinal kali ini penuh dinamika dan sempat membuatnya kesulitan menjaga fokus akibat banyak melakukan kesalahan sendiri. Namun, pengalaman dan komunikasi yang solid dengan Khalimatus menjadi kunci kebangkitan mereka, terutama di gim penentuan ketika berhasil membalikkan keadaan.
"Pertandingan semifinal tadi cukup dramatis. Di gim kedua kami sempat tertinggal jauh karena banyak melakukan kesalahan sendiri, tapi di gim ketiga kami coba perbaiki komunikasi dan fokus untuk mendapatkan poin satu demi satu. Faktor itulah yang akhirnya membuat kami bisa balik unggul dan menutup pertandingan dengan kemenangan melawan pasangan India yang memang sangat kuat,” katanya.

