Ganjar ajak warganya bersihkan sungai
Sejumlah warga Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bersama jajaran TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0722/ Kudus dan sejumlah santri dari Ponpes Darul Ulum Bae melakukan kerja bakti membersihkan aliran Sungai Dawe dari tumpukan sampah di Desa Ngembalrejo, Minggu (19/11). (Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif)
"Pemprov Jateng telah melakukan penanggulangan bencana di musim hujan seperti tanah longsor dan banjir jauh-jauh hari, tapi masyarakat juga harus dilibatkan, salah satunya dengan bersih-bersih sungai," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Kamis.
Politikus PDI Perjuangan itu mengungkapkan, beberapa waktu lalu dirinya berkunjung ke Kabupaten Klaten untuk mengikuti kegiatan bersih-bersih sungai serta melihat keberadaan sekolah sungai yang berjalan cukup lama, dan bagus.
Ganjar meminta masyarakat di daerah lain untuk meniru kegiatan tersebut dengan membersihkan sungai di daerah masing-masing.
"Saya selalu mengingatkan untuk mengantisipasi banjir, ayo bergotong royong membersihkan sungai dan saluran, setiap Jumat kita galakkan bersih-bersih sungai," ujarnya.
Ganjar secara khusus juga mengingatkan kepada para pemangku kepentingan di daerah rawan bencana banjir untuk siaga dan mengantisipasi datangnya banjir bandang yang sudah sering terjadi tiap musim hujan.
"Saya selalu mengingatkan, segera gerakkan tim risiko bencana karena beberapa daerah memang harus diwaspadai musibah banjir, terutama di Kudus, Pati, Kebumen," katanya.
Kendati demikian, lanjut Ganjar, beberapa daerah sudah mempersiapkan diri menghadapi musim hujan saat ini seperti Kota Semarang yang terus mempercepat proses normalisasi sungai dan perbaikan saluran-saluran pembuangan air.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Sarwa Pramana menyebutkan jika pihaknya sudah memetakan wilayah rawan bencana di Jateng yakni diantaranya Kabupaten Banjarnegara, Wonosobo, Karanganyar, Kebumen, Cilacap, Pekalongan, Brebes, dan Pemalang.
"Namun tingkat longsornya kami tidak bisa prediksi, kalau banjir bandang sepertinya masih kecil kemungkinan, mungkin antisipasi tanggul jebol, di Sungai Pemali Juwana, dan di Bengawan Solo tentunya," ujarnya.(LHP)
Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Jateng alokasikan anggaran pengerukan pendangkalan muara sungai Batang
07 February 2026 13:31 WIB
Pemkab Batang anggarkan normalisasi Sungai Gendingan Rp9 miliar cegah banjir
03 February 2026 11:49 WIB
Kabupaten Pati usulkan pembuatan sodetan sungai Silugonggo atasi banjir tahunan
29 January 2026 9:24 WIB
DLH Banyumas imbau untuk membatasi pemanfaatan air sungai pascabanjir bandang
28 January 2026 13:23 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Wagub: Layanan aduan warga Jateng kini didekatkan ke daerah lewat cabang dinas
14 February 2026 22:11 WIB
Boyolali giatkan gerakan Indonesia ASRI dengan pembersihan Waduk Cengklik
14 February 2026 18:59 WIB
PIK 2026 resmi berjalan, DKPTI UMS dorong mahasiswa bangun usaha berbasis inovasi
14 February 2026 18:54 WIB
Ultimate Talk 7 IKA UMS dorong UMKM Muhammadiyah go internasional di era digital
14 February 2026 18:50 WIB