
Ultimate Talk 7 IKA UMS dorong UMKM Muhammadiyah go internasional di era digital

Solo (ANTARA) - Ultimate Talk 7 yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni (IKA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengangkat tema From Zero to Hero: UMKM Go Internasional dengan fokus menciptakan UMKM Muhammadiyah Yang Unggul Dan Berdaya Saing Di Era Digital Platform.
Acara ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu yang menjadi ruang kolaboratif yang mempertemukan akademisi dan praktisi untuk memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis nilai kebermanfaatan.
Dalam welcoming speech, Ketua IKA UMS Dr. M. Aditya Warman menegaskan pentingnya sektor usaha kecil dengan menyampaikan.
“UMKM menjadi pilar ekonomi bangsa kita dan kita harus menekankan prinsip keberlanjutan pada setiap usaha kita, karena kata kunci dari UMKM adalah sustainability dan konsistensi,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan konsistensi dibangun melalui tiga fondasi utama yaitu dignity, ketulusan, dan karakter.
Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., yang menyampaikan pesan rektor terkait orientasi kebermanfaatan.
“Pak Rektor menyampaikan agar bagaimana kita bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat lain,” tambahnya.
Ia juga menegaskan visi institusi kampus berdampak yang harus benar-benar membuktikan kebermanfaatannya.
“Kampus berdampak harus dilihat dan dirasakan dampaknya oleh masyarakat, saya juga berharap forum ini mampu terus menumbuhkan inspirasi bagi para peserta dan pelaku usaha kedepannya,” ungkapnya.
Sesi keynote speech disampaikan oleh Prof. Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., yang memaparkan kondisi ekonomi nasional Indonesia.
“Pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2025 sebesar 5,11 persen dan target pada tahun 2026 sebesar 5,4 persen, ini adalah tantangan untuk kita bersama untuk bisa konsisten dalam pembangunan ekonomi bangsa,” katanya.
Ia juga menyoroti sektor strategis pendorong pertumbuhan ekonomi bangsa Indonesia saat ini.
“Pendorong utama pertumbuhan ekonomi kita yakni industri pengolahan atau pabrik, perdagangan, dan pertanian. Maka dengan itu harus difokuskan pada ketiga hal tersebut untuk penguatan ekonomi,” katanya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan talkshow pertama yang bertajuk UMKM Naik Kelas: Branding dan Storytelling: Membangun Cerita yang Menjual di Era Digital menghadirkan Iwan Siswanto selaku founder Rambak Kulit dan Ahmad Failasuf selaku founder Batik Failasuf yang membahas strategi branding serta kekuatan storytelling dalam meningkatkan nilai jual produk di era digital.
Talkshow kedua bertema Entrepreneur Speaker: Beyond Profit: Membangun Bisnis yang Berdampak dan Berkelanjutan menghadirkan Yanto selaku founder Geprek Basmalah dan Khairul Anwar selaku founder Adadimsum yang menekankan pentingnya membangun bisnis yang tidak hanya berorientasi profit tetapi juga berdampak sosial serta berkelanjutan.
Pelaksanaan Ultimate Talk 7 menunjukkan sinergi antara alumni, akademisi, dan praktisi dalam memperkuat UMKM Muhammadiyah agar adaptif, kompetitif, dan mampu berkembang di tengah transformasi ekonomi digital sekaligus mempertegas peran kampus sebagai pusat inspirasi dan pemberdayaan masyarakat.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
