
Kabupaten Pati usulkan pembuatan sodetan sungai Silugonggo atasi banjir tahunan

Pati (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Jawa Tengah mengusulkan pembangunan sodetan sungai Silugonggo sebagai upaya mengatasi lonjakan debit air sungai yang kerap memicu banjir tahunan di sejumlah wilayah saat musim hujan.
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan rencana sodetan sungai Silugonggo diperkirakan memiliki panjang sekitar 11 kilometer dengan lebar 9-10 meter.
"Pembangunan sodetan sungai Silugonggo ini merupakan solusi jangka panjang. Panjangnya sekitar 11 kilometer dan lebarnya kurang lebih 9 sampai 10 meter," kata Risma Ardhi Chandra saat dimintai tanggapan terkait penanganan banjir di Kabupaten Pati, Kamis.
Ia mengungkapkan rencana tersebut telah dipresentasikan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pemkab Pati berharap pembangunan sodetan tersebut dapat direalisasikan pada tahun ini.
Selain sodetan, Pemkab Pati juga melakukan langkah penanganan jangka pendek dengan melakukan normalisasi sungai. Untuk tahun ini, normalisasi sungai Juwana dipastikan akan segera dilakukan.
"Untuk normalisasi sungai Juwana tahun ini langsung dilaksanakan. Alat-alat berat sudah kami siapkan untuk mendukung pelaksanaan normalisasi," ujarnya.
Upaya mitigasi banjir juga dilakukan melalui program penghijauan di kawasan Pegunungan Kendeng.
Risma mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan para kepala desa dan menyalurkan berbagai jenis bibit tanaman untuk mendukung pelestarian lingkungan.
"Kami sudah menginformasikan ke kepala desa dan menyalurkan bibit tanaman, seperti kopi, alpukat, dan beberapa jenis bibit lain sesuai kebutuhan desa untuk penghijauan di kawasan Pegunungan Kendeng," ujarnya.
Risma berharap melalui kombinasi langkah jangka pendek dan jangka panjang tersebut, permasalahan banjir tahunan di Kabupaten Pati dapat tertangani lebih optimal dan berkelanjutan.
Baca juga: Pemkot Semarang mitigasi banjir lewat sodetan Unissula
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
