Solo (Antaranews Jateng) - Pengusaha sekaligus penggiat batik asal Kota Solo Alpha Fabela Priyamono berupaya membangkitkan semangkat para pemuda melalui batik sumpah pemuda yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan.
"Dalam batik sumpah pemuda ini ada teks-teks penting, di antaranya, teks Sumpah Pemuda dan Proklamasi," kata pemilik Toko Batik Mahkota tersebut di Solo, Selasa.
Ia mengatakan pembuatan batik tersebut dalam rangka menyongsong Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober. Ia menargetkan sebelum tanggal tersebut, batik dengan luas 3x5 meter itu sudah selesai dikerjakan.
"Untuk pembuatannya sudah mulai sejak dua minggu yang lalu. Orang yang terlibat dalam pembuatan ini ada enam orang," katanya.
Selain terdiri teks-teks penting, dikatakannya, batik tersebut juga mengangkat ciri khas batik dari seluruh Indonesia.
"Jadi bukan hanya motif Jawa tetapi juga ada batik Kalimantan, Papua, dan banyak daerah lain," katanya.
Ia mengatakan batik tersebut bukan untuk dijual tetapi lebih untuk merayakan Hari Sumpah Pemuda dan menambah koleksi Toko Batik Mahkota.
"Ini inovasi untuk selingan. Kami hanya ingin menceritakan bahwa batik berperan dalam apapun. Kalau yang saat ini ada pesan tentang kepemudaan," katanya.
Ia berharap terciptanya batik sumpah pemuda tersebut dapat menambah ketertarikan masyarakat untuk mencintai batik sebagai salah satu kekayaan Indonesia yang sudah diakui oleh Unesco.
Pengusaha tuliskan teks Sumpah Pemuda pada kain batik kreasinya
Selasa, 2 Oktober 2018 9:38 WIB
Pembuatan batik sumpah pemuda oleh Toko Batik Mahkota (Foto: Aris Wasita)
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UMS Sumpah Profesi Fisioterapis, dukung transformasi pelayanan kesehatan primer
23 December 2025 19:13 WIB
Dekan FK UMS tekankan profesionalisme dan pembelajaran sepanjang hayat pada sumpah dokter baru
05 November 2025 18:52 WIB
Momentum Sumpah Pemuda, bupati Kudus dorong semangat belajar dan hormati guru
28 October 2025 13:49 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
UMS tingkatkan profesionalisme dan dorong ormawa jadi organisasi berdampak
12 February 2026 19:06 WIB