Batang bakal punya bandara, dua lokasi disiapkan
Senin, 14 Mei 2018 14:04 WIB
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang Murdiono mengatakan pemkab meyiapkan dua lokasi titik pembangunan bandara perintis. (Foto Kutnadi)
Batang (Antaranews Jateng) - Kabupaten Batang, Jawa Tengah bakal memiliki bandar udara da saat ini pemkab setempat tengah menyiapkan dua lokasi untuk pembangunan bandara perintis sebagai upaya mendukung program "Visit to Batang 2022".
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang Murdiono di Batang, Senin, mengatakan bahwa pemkab sudah memandang perlu terhadap moda transportasi udara seiring dengan banyaknya pelaku penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang berinvestasinya di daerah setempat.
"Bupati Batang Wihaji sudah memerintahkan pada kami untuk merencanakan pembangunan bandara perintis sejak 14 Februari 2018. Kita masih perjuangkan dan Surat sudah masuk pengajuan ke Kementrian Perhubungan udara," katanya.
Menurut dia, pemkab sengaja tidak menyebutkan dua titik lokasi yang dimaksud sebagai upaya menghindari atau mengantisipasi masuknya "broker-broker" tanah.
Kendati demikian, kata dia, Kementrian Perhubungan Udara sudah menjadwalkan akan meninjau dua titik lokasi yang akan dibangun sebagai bandara perintis.
"Kita sudah siapkan tanah seluas 60 hektare untuk lokasi pertama dan lokasi dua 40 seluas 40 hektare. Nantinya, tanah milik warga siap dibebaskan," katanya.
Ia mengatakan bandar perintis dirasa sudah perlu sekali dibangun di Batang karena prospek sekali menyusul dengan dibangunnya sumber energi listrik atau pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), pelaku PMA, dan PMDN yang sudah siap berinvestasi di daerah itu.
"Untuk mempercepat proses pembangunan, pemkab rencananya melakukan `study stabilita` dengan anggaran sekitar Rp100 juta. Hal ini guna melakukan serangkaian proses pengujian seperti melakukan study banding, dan lain sebagainya," katanya.
Ia mengatakan regulasi baru memang di perbolehkan setiap daerah membangun bandara sepanjang sesuai dengan kriteria seperti tata ruang, kalayakan sosial, lingkungan, finansial ekonomi, teknis pembangunan, kelayakan perasional pembangunan, kelayakan angkutan udara dan daya dukung.
"Oleh karena kita optimistis dapat memenuhi ketentuan yang ada. Kita pun optimistis bandara perintis dapat dibangun di daerah ini," katanya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang Murdiono di Batang, Senin, mengatakan bahwa pemkab sudah memandang perlu terhadap moda transportasi udara seiring dengan banyaknya pelaku penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang berinvestasinya di daerah setempat.
"Bupati Batang Wihaji sudah memerintahkan pada kami untuk merencanakan pembangunan bandara perintis sejak 14 Februari 2018. Kita masih perjuangkan dan Surat sudah masuk pengajuan ke Kementrian Perhubungan udara," katanya.
Menurut dia, pemkab sengaja tidak menyebutkan dua titik lokasi yang dimaksud sebagai upaya menghindari atau mengantisipasi masuknya "broker-broker" tanah.
Kendati demikian, kata dia, Kementrian Perhubungan Udara sudah menjadwalkan akan meninjau dua titik lokasi yang akan dibangun sebagai bandara perintis.
"Kita sudah siapkan tanah seluas 60 hektare untuk lokasi pertama dan lokasi dua 40 seluas 40 hektare. Nantinya, tanah milik warga siap dibebaskan," katanya.
Ia mengatakan bandar perintis dirasa sudah perlu sekali dibangun di Batang karena prospek sekali menyusul dengan dibangunnya sumber energi listrik atau pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), pelaku PMA, dan PMDN yang sudah siap berinvestasi di daerah itu.
"Untuk mempercepat proses pembangunan, pemkab rencananya melakukan `study stabilita` dengan anggaran sekitar Rp100 juta. Hal ini guna melakukan serangkaian proses pengujian seperti melakukan study banding, dan lain sebagainya," katanya.
Ia mengatakan regulasi baru memang di perbolehkan setiap daerah membangun bandara sepanjang sesuai dengan kriteria seperti tata ruang, kalayakan sosial, lingkungan, finansial ekonomi, teknis pembangunan, kelayakan perasional pembangunan, kelayakan angkutan udara dan daya dukung.
"Oleh karena kita optimistis dapat memenuhi ketentuan yang ada. Kita pun optimistis bandara perintis dapat dibangun di daerah ini," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rute penerbangan dari bandara di Jateng kian banyak, jadi daya tarik investasi dan pariwisata
20 December 2025 14:11 WIB
Bandara Adi Soemarmo perkirakan kenaikan jumlah penumpang 4 persen pada akhir tahun
17 December 2025 21:16 WIB
Bandara Ahmad Yani Semarang buka rute tujuan Singapura di libur Natal-tahun baru
13 November 2025 14:05 WIB
Bandara Ahmad Yani kembali layanan rute internasional, BI dukung lewat QRIS Crossborder
05 September 2025 20:32 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB