Purbalingga intensifkan Kampung KB
Selasa, 20 Maret 2018 15:41 WIB
Dokumentasi. Pencanangan Kampung KB di Wonogiri (Foto: dok/ist)
Purbalingga (Antaranews Jateng) - Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, terus mengintensifkan program Kampung Keluarga Berencana (KB) sebagai salah satu upaya mengendalikan laju pertumbuhan penduduk di wilayah setempat.
"Program kampung KB terus diintensifkan," kata Bupati Purbalingga, Tasdi, di Purbalingga, Selasa.
Sepanjang tahun 2017, pemerintah kabupaten telah membentuk sebanyak 21 kampung KB yang tersebar di 18 kecamatan di Purbalingga.
"Sasaran program tersebut merupakan desa-desa dengan laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dan juga tingkat kelahiran yang tinggi," katanya.
Pemerintah kabupaten melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, terus melakukan pembinaan kepada desa-desa sasaran.
Menurut Bupati, upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk penting untuk dilakukan.
Tingginya jumlah penduduk, tambah dia, dapat menimbulkan masalah jika tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja, ketersediaan lahan, ketersediaan energi, hingga ketersediaan pangan.
"Tingginya laju pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali bisa berdampak pada meningkatnya angka pengangguran dan lain sebagainya," katanya.
Karena itu, keberadaan kampung KB sebagai salah satu bentuk miniatur pelaksanaan total program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga secara utuh diharapkan dapat menyukseskan upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk.
"Jika pemerintah kabupaten tidak melakukan tindakan preventif, ledakan penduduk dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai masalah di kemudian hari," katanya.
"Program kampung KB terus diintensifkan," kata Bupati Purbalingga, Tasdi, di Purbalingga, Selasa.
Sepanjang tahun 2017, pemerintah kabupaten telah membentuk sebanyak 21 kampung KB yang tersebar di 18 kecamatan di Purbalingga.
"Sasaran program tersebut merupakan desa-desa dengan laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dan juga tingkat kelahiran yang tinggi," katanya.
Pemerintah kabupaten melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, terus melakukan pembinaan kepada desa-desa sasaran.
Menurut Bupati, upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk penting untuk dilakukan.
Tingginya jumlah penduduk, tambah dia, dapat menimbulkan masalah jika tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja, ketersediaan lahan, ketersediaan energi, hingga ketersediaan pangan.
"Tingginya laju pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali bisa berdampak pada meningkatnya angka pengangguran dan lain sebagainya," katanya.
Karena itu, keberadaan kampung KB sebagai salah satu bentuk miniatur pelaksanaan total program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga secara utuh diharapkan dapat menyukseskan upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk.
"Jika pemerintah kabupaten tidak melakukan tindakan preventif, ledakan penduduk dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai masalah di kemudian hari," katanya.
Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim Pengabdian UMS gelar parenting di KB/TK Ummahaat Aisyiyah Cemani, Grogol
27 January 2026 12:21 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Kepesertaan JKN 202 penderita penyakit katastropik di Kudus diaktifkan kembali
04 April 2026 5:32 WIB
Pertolongan pertama di perjalanan: peran obat OTC dalam situasi darurat mudik Lebaran
20 March 2026 9:31 WIB