Logo Header Antaranews Jateng

Dinkes Banyumas: Waspadai penyakit diare dan heatstroke saat kemarau

Selasa, 31 Maret 2026 12:46 WIB
Image Print
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Dani Esti Novia memberi keterangan pers di Pendopo SI Panji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026), terkait penyakit yang perlu diwaspadai pada masa pancaroba dan musim kemarau. ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengimbau masyarakat mewaspadai penyakit diare hingga heatstroke yang berpotensi meningkat saat musim kemarau.

Kepala Dinkes Kabupaten Banyumas Dani Esti Novia di Purwokerto, Selasa, mengatakan musim kemarau identik dengan kondisi kekeringan dan keterbatasan air bersih yang dapat memicu gangguan kesehatan.

"Pada musim kemarau, yang perlu diwaspadai antara lain diare karena berkaitan dengan ketersediaan air bersih dan kebersihan lingkungan," katanya.

Selain diare, kata dia, suhu udara yang tinggi juga berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan akibat cuaca ekstrem, seperti heatstroke atau serangan panas.

Menurut dia, heatstroke dapat terjadi akibat paparan panas berlebih yang memengaruhi kondisi tubuh, bahkan berisiko menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.

Oleh karena itu, kata dia, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mencegah timbulnya penyakit.

Selain itu, lanjut dia, masyarakat juga perlu memanfaatkan air secara bijak di tengah potensi kelangkaan serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.

"Minum yang cukup penting untuk mencegah dehidrasi dan juga menghindari heatstroke," katanya.

Pada masa peralihan musim atau pancaroba seperti yang terjadi saat sekarang, lanjut dia, masyarakat juga perlu mewaspadai penyakit lain seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan campak.

Menurut dia, DBD umumnya dipicu oleh genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk serta kondisi lingkungan yang kurang bersih.

"Untuk demam berdarah di Banyumas masih ada, tetapi terkendali. Sementara untuk kasus campak hingga saat ini juga masih dalam kondisi terkendali dan belum ditemukan kasus kematian," katanya

Dia mengatakan pencegahan campak dapat dilakukan melalui vaksinasi serta menjaga kebersihan diri, seperti membiasakan mencuci tangan.

Selain itu dia juga mengingatkan potensi peningkatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama musim kemarau akibat paparan debu yang lebih tinggi.

"Debu yang meningkat dapat memicu ISPA karena mengganggu saluran pernapasan. Selain itu, udara kering juga dapat berdampak pada kesehatan kulit," katanya.

Dani mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan PHBS serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi muncul selama musim kemarau.


Baca juga: PMI Jateng ingatkan Banyumas siaga menghadapi risiko bencana



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026