Harga beras di Solo masih bertahan tinggi
Rabu, 3 Januari 2018 20:55 WIB
Ilustrasi - Sejumlah pekerja tengah mengemasi beras curah ke dalam karung plastik di Pasar Baru Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (30/10). Pedagang beras di pasar setempat hingga kini belum menerapkan harga eceran tertinggi (HET) beras karena belum ada sosialisasi. (Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif)
Solo, (Antaranews Jateng) - Harga beras di pasaran Kota Solo, Jawa Tengah, masih bertahan tinggi sehingga memberikan dampak terhadap inflasi.
"Memang beberapa hari terakhir ini harga beras naik bahkan melebihi harga eceran tertinggi yang sudah ditentukan oleh pemerintah," kata salah satu pedagang beras di Pasar Legi, Ali di Solo, Rabu.
Ia mengatakan HET beras medium Rp9.000/kg saat ini dijual Rp10.000/kg, sedangkan untuk beras kualitas premium jika sebelumnya harganya Rp11.000/kg saat ini naik menjadi Rp11.800/kg.
"Memang harganya sudah mahal dari tingkat distributor. Bahkan untuk beras medium ini meski harga naik tetapi kualitas tidak terlalu bagus, terlihat kotor sehingga banyak konsumen yang lebih memilih membeli beras premium," katanya.
Kondisi yang sama juga terjadi di Pasar Colomadu. Salah satu penjual komoditas pokok, Sri, mengatakan saat ini harga beras medium Rp11.000/kg, sedangkan kualitas premium Rp12.000/kg.
"Harganya sudah tinggi dari kulakannya. Jadi saya jualnya juga tinggi," katanya.
Bahkan, karena kenaikan harga tersebut, ia yang biasanya bisa stok 5 kuintal beras saat ini rata-rata stok yang dimilikinya hanya 1 kuintal. Ia khawatir jika stok terlalu banyak dagangannya akan tidak laku.
"Karena biasanya kalau kenaikan harga seperti ini akan berdampak pada penurunan pembelian dari masyarakat," katanya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo R Bagus Rahmat Susanto mengatakan pada inflasi Desember 2017 yang mencapai 1,10 persen, komoditas beras memberikan sumbangan cukup besar.
Berdasarkan catatan BPS Kota Solo, kenaikan inflasi tersebut dipicu oleh kenaikan harga bahan makanan hingga 4,08 persen. Dari kenaikan tersebut kelompok bahan makanan memberikan sumbangan 0,78 persen atau yang paling tinggi dibandingkan kelompok lain.
"Dari catatan kami, untuk komoditas beras mengalami kenaikan harga sebesar 3,95 persen dan memberikan andil sebesar 0,1910 persen," katanya.
"Memang beberapa hari terakhir ini harga beras naik bahkan melebihi harga eceran tertinggi yang sudah ditentukan oleh pemerintah," kata salah satu pedagang beras di Pasar Legi, Ali di Solo, Rabu.
Ia mengatakan HET beras medium Rp9.000/kg saat ini dijual Rp10.000/kg, sedangkan untuk beras kualitas premium jika sebelumnya harganya Rp11.000/kg saat ini naik menjadi Rp11.800/kg.
"Memang harganya sudah mahal dari tingkat distributor. Bahkan untuk beras medium ini meski harga naik tetapi kualitas tidak terlalu bagus, terlihat kotor sehingga banyak konsumen yang lebih memilih membeli beras premium," katanya.
Kondisi yang sama juga terjadi di Pasar Colomadu. Salah satu penjual komoditas pokok, Sri, mengatakan saat ini harga beras medium Rp11.000/kg, sedangkan kualitas premium Rp12.000/kg.
"Harganya sudah tinggi dari kulakannya. Jadi saya jualnya juga tinggi," katanya.
Bahkan, karena kenaikan harga tersebut, ia yang biasanya bisa stok 5 kuintal beras saat ini rata-rata stok yang dimilikinya hanya 1 kuintal. Ia khawatir jika stok terlalu banyak dagangannya akan tidak laku.
"Karena biasanya kalau kenaikan harga seperti ini akan berdampak pada penurunan pembelian dari masyarakat," katanya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo R Bagus Rahmat Susanto mengatakan pada inflasi Desember 2017 yang mencapai 1,10 persen, komoditas beras memberikan sumbangan cukup besar.
Berdasarkan catatan BPS Kota Solo, kenaikan inflasi tersebut dipicu oleh kenaikan harga bahan makanan hingga 4,08 persen. Dari kenaikan tersebut kelompok bahan makanan memberikan sumbangan 0,78 persen atau yang paling tinggi dibandingkan kelompok lain.
"Dari catatan kami, untuk komoditas beras mengalami kenaikan harga sebesar 3,95 persen dan memberikan andil sebesar 0,1910 persen," katanya.
Pewarta : Aris Wasita Widiastuti
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Realisasi serapan gabah Bulog Wilayah Jateng mencapai 237 ribu ton setara beras
03 June 2026 16:06 WIB
Gubernur Jateng: Produksi padi triwulan I 2026 capai 44,48 persen dari target tahunan
25 May 2026 21:33 WIB
Bulog salurkan 2,79 juta kg beras dan 558.904 liter migor kepada masyarakat Blora
02 April 2026 15:47 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Desa BRILiaN Ketapanrame, memberdayakan potensi lokal ciptakan ekonomi desa yang maju
03 June 2026 10:44 WIB
BPJS Ketenagakerjaan gandeng Jasa Raharja integrasikan layanan kecelakaan kerja
02 June 2026 13:49 WIB