Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Banyumas jaga iklim investasi melalui penguatan sektor UMKM

Jumat, 5 Juni 2026 15:38 WIB
Image Print
Sektor perumahan masih menjadi penyumbang utama investasi berskala besar di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, hingga Mei 2026. ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memperkuat sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai strategi menjaga iklim investasi tetap kondusif di tengah ketidakpastian ekonomi meskipun realisasi investasi hingga Mei 2026 tercatat mencapai Rp185,56 miliar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banyumas Roni Hidayat di Purwokerto, Banyumas, Jumat, mengatakan penguatan UMKM dilakukan untuk menjaga perputaran ekonomi masyarakat agar tidak terlalu terdampak gejolak ekonomi global maupun nasional.

"Pada prinsipnya, berkaitan dengan investasi di Banyumas, kami menguatkan dari sisi UMKM sehingga tidak begitu terkendala dengan adanya kondisi ekonomi global. Kami memfasilitasi kegiatan UMKM yang ada di Banyumas," katanya.

Menurut dia, pemerintah daerah secara rutin melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap pelaku UMKM di berbagai wilayah, termasuk memberikan fasilitasi perizinan agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing lebih baik saat dipasarkan ke luar daerah.

Ia mencontohkan sentra industri tahu yang tetap mendapat perhatian meskipun menghadapi kendala bahan baku.

“Dukungan tersebut diberikan agar usaha masyarakat tetap berjalan dan mampu menopang perekonomian daerah,” katanya menjelaskan.

Terkait dengan realisasi investasi, dia mengatakan berdasarkan data DPMPTSP Banyumas hingga Mei 2026 tercatat mencapai Rp185,56 miliar yang masih didominasi sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran.

Dalam hal ini, sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran menyumbang investasi sebesar Rp68,67 miliar atau sekitar 37 persen dari total realisasi investasi.

“Posisi berikutnya ditempati sektor hotel dan restoran sebesar Rp55,09 miliar, disusul transportasi, pergudangan dan telekomunikasi Rp18,08 miliar serta jasa lainnya Rp15,07 miliar,” katanya.

Menurut dia, tingginya investasi pada sektor properti dan jasa menunjukkan kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Banyumas yang didukung aktivitas perdagangan, pendidikan, dan pariwisata.

Ia mengatakan sektor perumahan masih menjadi penyumbang utama investasi berskala besar di Banyumas. Pertumbuhan kawasan permukiman, khususnya di Purwokerto, terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya minat masyarakat maupun investor.

Selain properti, sektor perhotelan juga menunjukkan perkembangan yang baik. Sejumlah investasi hotel baru masih terus bermunculan seiring meningkatnya penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional di Banyumas.

Sementara itu, investasi juga mengalir ke industri mineral nonlogam sebesar Rp8,68 miliar, perdagangan dan reparasi Rp6,47 miliar, industri mesin dan elektronik Rp5,35 miliar, konstruksi Rp2,87 miliar, industri kayu Rp2,61 miliar, serta industri makanan Rp1 miliar.

Roni menegaskan pemerintah daerah terus menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan perizinan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pendampingan kepada investor dan pelaku UMKM.

"Kami terus mendorong kemudahan berusaha agar investasi yang masuk semakin meningkat dan mampu menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan perekonomian daerah," katanya.


Baca juga: Pemkab Banyumas meneliti pengaruh tahun ajaran baru bagi UMKM konveksi



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026