Menpora Dijadwalkan Buka Liga Santri Nusantara 2017
Senin, 28 Agustus 2017 19:37 WIB
Menpora Imam Nahrowi (ANTARA /Yudhi Mahatma )
Semarang, ANTARA JATENG - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi dijadwalkan membuka Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Regional I Jawa Tengah di Lapangan Srogo, Desa Srogo, Kecamatan Bransong, Kabupaten Kendal, pada Minggu (3/9).
"Pembukaan dan tendangan bola pertama atau `kick off` LSN 2017 akan dilakukan oleh Menpora," kata Koordinator Regional I Jateng Fahsin M Fa`al di Semarang, Senin.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah menggelar pertemuan yang dihadiri para manajer peserta LSN 2017 Regional I Jateng untuk menjelaskan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis terkait pelaksanaan pertandingan.
Panitia LSN 2017 Regional I Jateng juga menyosialisasikan beberapa penyempurnaan regulasi dalam pertandingan dengan tujuannya untuk meningkatkan profesionalitas peserta dan penyusunan data pemain agar terpantau langsung oleh PSSI.
Fahsin menegaskan peserta LSN 2017 Regional I Jateng harus mengedepankan sportivitas yang berdasarkan pada regulasi resmi yang ditetapkan FIFA.
Pada LSN 2017 Regional I Jateng tercatat sebanyak 32 tim yang akan bertanding di zona Pati Raya (Demak, Kudus, Jepara, Pati, Rembang, BLora, Grobogan) dan Semarang Raya (Kota dan Kabupaten Semarang, Salatiga, Kendal), sedangkan di seluruh Jateng terdapat 150 tim di Regional II yang terdiri dari zona Magelang Raya dan Solo Raya, Regional III terdiri dari zona Banyumas Raya dan Pekalongan Raya.
LSN sudah diselenggarakan secara nasional sejak 2015, yang berarti sudah tiga tahun berturut-turut hingga 2017 dengan peserta dari pondok pesantren se-Indonesia.
LSN merupakan sebuah kompetisi sepak bola yang diselenggarakan oleh Rabithah Ma`ahid Islamiyah (RMI) atau sebuah perkumpulan pondok pesantren, dan bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Tujuan dari diselenggarakannya LSN karena di pondok pesantren juga terdapat bakat-bakat pesepakbola hebat yang perlu dibina dan dikembangkan.
Ketua Pelaksana Kompetisi LSN Regional I Jateng Sholahudin Al-ahmadi menambahkan, tahun depan pihaknya berupaya merekomendasikan LSN bisa berada di bawah naungan langsung PSSI sehingga bakat para santri terpantau langsung.
"Mudah-mudahan usulan kita diterima PSSI, sekarang saatnya santri membuktikan bakat sepakbola mereka," katanya.
"Pembukaan dan tendangan bola pertama atau `kick off` LSN 2017 akan dilakukan oleh Menpora," kata Koordinator Regional I Jateng Fahsin M Fa`al di Semarang, Senin.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah menggelar pertemuan yang dihadiri para manajer peserta LSN 2017 Regional I Jateng untuk menjelaskan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis terkait pelaksanaan pertandingan.
Panitia LSN 2017 Regional I Jateng juga menyosialisasikan beberapa penyempurnaan regulasi dalam pertandingan dengan tujuannya untuk meningkatkan profesionalitas peserta dan penyusunan data pemain agar terpantau langsung oleh PSSI.
Fahsin menegaskan peserta LSN 2017 Regional I Jateng harus mengedepankan sportivitas yang berdasarkan pada regulasi resmi yang ditetapkan FIFA.
Pada LSN 2017 Regional I Jateng tercatat sebanyak 32 tim yang akan bertanding di zona Pati Raya (Demak, Kudus, Jepara, Pati, Rembang, BLora, Grobogan) dan Semarang Raya (Kota dan Kabupaten Semarang, Salatiga, Kendal), sedangkan di seluruh Jateng terdapat 150 tim di Regional II yang terdiri dari zona Magelang Raya dan Solo Raya, Regional III terdiri dari zona Banyumas Raya dan Pekalongan Raya.
LSN sudah diselenggarakan secara nasional sejak 2015, yang berarti sudah tiga tahun berturut-turut hingga 2017 dengan peserta dari pondok pesantren se-Indonesia.
LSN merupakan sebuah kompetisi sepak bola yang diselenggarakan oleh Rabithah Ma`ahid Islamiyah (RMI) atau sebuah perkumpulan pondok pesantren, dan bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Tujuan dari diselenggarakannya LSN karena di pondok pesantren juga terdapat bakat-bakat pesepakbola hebat yang perlu dibina dan dikembangkan.
Ketua Pelaksana Kompetisi LSN Regional I Jateng Sholahudin Al-ahmadi menambahkan, tahun depan pihaknya berupaya merekomendasikan LSN bisa berada di bawah naungan langsung PSSI sehingga bakat para santri terpantau langsung.
"Mudah-mudahan usulan kita diterima PSSI, sekarang saatnya santri membuktikan bakat sepakbola mereka," katanya.
Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pesantren Darul Amanah Kendal raih penghargaan Indonesia Creativity and Best Leader Award 2026
06 February 2026 14:04 WIB
Wagub Jateng: Pondok Pesantren harus jadi ruang aman dan ramah bagi anak santri
12 December 2025 20:26 WIB
Bambang Sukoco raih Doktor UII, tawarkan konsep Nidzomul Ma'had untuk perlindungan hak santri
29 November 2025 18:51 WIB
Polres Purbalingga gelar program edukasi santri tentang tertib berlalu lintas
21 November 2025 20:03 WIB
Mahasantri Pondok Shabran UMS dampingi warga Turan Amis Kalimantan Tengah dalam pengajian rutin
16 November 2025 14:58 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Love Heals Padel Fest 2026 Semarang, padukan olahraga dan aksi kemanusiaan
05 February 2026 11:53 WIB
Berikut jadwal pekan kelima putaran kedua Proliga 2026 di GOR Ken Arok, Malang
03 February 2026 9:50 WIB
Atlet menembak asal Banyumas borong tujuh medali di Panglima Kopassus Cup 2026
02 February 2026 13:44 WIB
Kesatria Bengawan Solo menyerah 70-83 dari Tangerang Hawks Basketball Club
02 February 2026 8:43 WIB