168 Mahasiswa Untidar Terima Beasiswa PPA
Rabu, 7 Juni 2017 15:52 WIB
Ilustrasi - Rektor Universitas Tidar (Untidar) Kota Magelang Cahyo Yusuf. (Foto: ANTARAJATENG.COM/dokumen Humas Untidar)
Magelang, ANTARA JATENG - Sebanyak 168 mahasiswa Universitas Tidar Kota Magelang, Jawa Tengah, menerima beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik 2017 setelah lolos penilaian prestasi akademik, nonakademik, maupun latar belakang perekonomian.
"Terdapat tiga unsur penilaian yang menjadi indikator lolosnya mahasiswa menerima beasiswa tersebut yang dilihat dari nilai IPK, prestasi nonakademik, dan segi ekonomi," kata Rektor Untidar Cahyo Yusuf, di Magelang, Rabu.
Ia mengatakan jumlah mahasiswa Untidar penerima beasiswa PPA 2017 dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya yang berjumlah 33 orang.
Mahasiswa Untidar yang mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi penerimaan beasiswa pada tahun ini berjumlah 506 orang.
Kepala Subbagian Kemahasiswaan Untidar Murti Dhamayanti mengatakan melalui beasiswa itu mahasiswa mendapatkan motivasi lebih kuat lagi untuk melaksanakan perkuliahannya di kampus.
"Beasiswa tersebut menjadi stimulus mahasiswa untuk termotivasi dalam akademik dan menambah prestasi nonakademik lainnya," ujarnya.
Ia menjelaskan syarat mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa bukan hanya berdasarkan nilai indeks prestasi kumulatif (IPK), akan tetapi juga prestasi nonakademik dan kondisi ekonominya.
Selama satu tahun setiap mahasiswa akan mendapatkan beasiswa PPA 2017 berjumlah Rp400.000 per bulan.
Seorang mahasiswa Untidar penerima beasiswa PPA 2017, Namidia Ayu Oliviana, menyatakan bersyukur mendapatkan beasiswa tersebut. Ayu adalah mahasiswa semester II Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Untidar dengan IPK 3,93.
"Saya tidak menyangka, karena pengajuan pertama langsung diterima. Saya bersyukur mendapat beasiswa pada tahun pertama ini," ujarnya.
Ia mengaku akan memanfaatkan beasiswa tersebut untuk pembiayaan kuliahnya secara mandiri sehingga bisa mengurangi beban keuangan keluarganya.
"Terdapat tiga unsur penilaian yang menjadi indikator lolosnya mahasiswa menerima beasiswa tersebut yang dilihat dari nilai IPK, prestasi nonakademik, dan segi ekonomi," kata Rektor Untidar Cahyo Yusuf, di Magelang, Rabu.
Ia mengatakan jumlah mahasiswa Untidar penerima beasiswa PPA 2017 dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya yang berjumlah 33 orang.
Mahasiswa Untidar yang mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi penerimaan beasiswa pada tahun ini berjumlah 506 orang.
Kepala Subbagian Kemahasiswaan Untidar Murti Dhamayanti mengatakan melalui beasiswa itu mahasiswa mendapatkan motivasi lebih kuat lagi untuk melaksanakan perkuliahannya di kampus.
"Beasiswa tersebut menjadi stimulus mahasiswa untuk termotivasi dalam akademik dan menambah prestasi nonakademik lainnya," ujarnya.
Ia menjelaskan syarat mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa bukan hanya berdasarkan nilai indeks prestasi kumulatif (IPK), akan tetapi juga prestasi nonakademik dan kondisi ekonominya.
Selama satu tahun setiap mahasiswa akan mendapatkan beasiswa PPA 2017 berjumlah Rp400.000 per bulan.
Seorang mahasiswa Untidar penerima beasiswa PPA 2017, Namidia Ayu Oliviana, menyatakan bersyukur mendapatkan beasiswa tersebut. Ayu adalah mahasiswa semester II Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Untidar dengan IPK 3,93.
"Saya tidak menyangka, karena pengajuan pertama langsung diterima. Saya bersyukur mendapat beasiswa pada tahun pertama ini," ujarnya.
Ia mengaku akan memanfaatkan beasiswa tersebut untuk pembiayaan kuliahnya secara mandiri sehingga bisa mengurangi beban keuangan keluarganya.
Pewarta : M. Hari Atmoko
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pjs wali kota sebut bursa kerja konvensional masih dibutuhkan pencaker
13 November 2024 20:16 WIB, 2024
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Disdikpora Kudus minta siswa SD-SMP ikuti tes kompetensi akademik Kemendikdasmen
04 February 2026 19:39 WIB
Mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS dorong literasi digital di MTs Muhammadiyah 5 Jumantono
04 February 2026 15:02 WIB
Dinkes Semarang minta puskesmas memberi edukasi masyarakat soal virus Nipah
04 February 2026 8:39 WIB
Para siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat belajar hidup di desa lewat kegiatan live in
03 February 2026 17:26 WIB
Mengajar lintas negara, mahasiswa UMS terapkan pembelajaran fonetik di Tailan
03 February 2026 16:46 WIB