Boyolali, Antara Jateng - Kepala Polres Boyolali AKBP Budi Sartono menyatakan berdirinya Pos Polisi (Pospol) di komplek perkantoran terpadu Pemerintah Kabupaten Boyolali untuk mengantisiapasi adanya gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
"Pospol yang dibangun di Jalan Merdeka Timur komplek perkantoran terpadu Pemkab Boyolali, di Kelurahan Kemiri Mojosongo, sudah beroperasi selama dua pekan ini, dan dinilai mampu menurunkan angka gangguan Kamtibmas," kata Budi Sartono, usai mengikuti acara peresmian Pospol di komplek perkantoran terpadu Pemkab Boyolali, Selasa.
Acara peresmian bangunan Pospol di depan Kantor Setda Boyolali tersebut, dilakukan langsung oleh Bupati Seno Samodro, dan disaksikan oleh Kapolres dan jajarannya dengan tujuan untuk menjaga keamanan di lingkungan perkantoran terpadu Pemkab Boyolali.
Komplek perkantoran terpadu Pemkab Boyolali selama ini, sering digunakan untuk balapan liar, tindak kejahatan seperti pencurian, dan tindak pidana ringan (tipiring) seperti mabuk-mabukan karena kurangnya petugas keamanan dan tidak ada pos penjagaan.
Menurut Kapolres sejak dioperasikan Pospol sudah dua pekan ini, dengan penempatan 12 petugas per hari yang dibagi dalam tiga shif selama 24 jam, maka Kamtibmas akan lebih terjamin.
Pospol yang dibangun dengan anggaran sebilai Rp478 juta tersebut dinilai mampu menurunkan jumlah gangguan Kamtibmas dan tindak kriminal yang sebelumnya sering terjadi di komplek perkantoran dengan luas sekitar 13 hektare.
Menurut Kapolres untuk meningkatkan efektivitas Pospol tersebut, kegiatan apel malam yang diikuti Satuan Lantas, Reserse, dan intel, yang biasanya digelar di Mapolres akan dipindah ke Pospol Komplek Perkantoiran terpadu.
"Komplek merupakan milik publik ini, sebelunya marak orang mabuk-mabukan, balapan liar, dan pencurian sepeda motor. Namun, di kawasan ini, sudah hampir tidak ada tindak pidana lagi," kata Kapolres.
Bupati Boyolali Seno Samodro mengatakan komplek perkantoran terpadu Pemkab Boyolali sudah beroparsi selama dua tahun ini, dan dinilai terbaik di Indonesia oleh para tamu pejabat baik dari pusat maupun luar negeri.
Menurut Seno Samodro komplek didirikan atas ide gagasannya tersebut sudah ada sekitar 100 kabupaten dan kota yang melakukan kunjungan untuk pengembangan perkantoran pemerintahan terpadu.
"Komplek ini, merupakan ruang publik, sehingga masyarakat yang ingin beraktifitas mengadakan kegiatan di alun-alun, juga tak perlu izin khusus kepada Bupati. Mereka bebas memanfaatkan komplek ruang publik ini," katanya.
Kendati demikian, Bupati berharap dengan berdirina Pospol di komplek perkantoran terpadu tersebut keamanan lebih terjamin, karena kantor ini sering dikunjungi banyak tamu pejabat negara dan asing seperti dari petugas organisasi pangan dunia PBB.
"Kami minta masyarakat juga dapat ikut menjaga kebersihan di lingkungan komplek, sehingga kelihatan indah, nyaman, dan aman," kata Bupati.
Pospol di Pemkab Boyolali Siap Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Selasa, 17 Mei 2016 15:55 WIB
Ilustrasi (Foto Antara)
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Peradi SAI Semarang diharapkan bantu pemda selenggarakan bantuan hukum gratis
06 June 2026 20:55 WIB
Polisi selidiki penyebab kebakaran empat gudang penyimpanan berpendingin di Pati
06 June 2026 20:45 WIB
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Pemkab Kudus berkomitmen perkuat tata kelola desa yang transparan dan akuntabel
29 May 2026 20:27 WIB