Logo Header Antaranews Jateng

Pabrik kayu di KIC Semarang terbakar diduga akibat ledakan mesin

Minggu, 7 Juni 2026 19:24 WIB
Image Print
Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang melakukan pendinginan di lokasi kebakaran pabrik PT Setia Indo Putra, di Kawasan Industri Candi (KIC), Semarang, Sabtu (7/6/2026). (ANTARA/HO-Pemkot Semarang)

Semarang (ANTARA) - Pabrik pengolahan kayu, PT Setia Indo Putra yang terletak di Kawasan Industri Candi (KIC), Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, terbakar, Sabtu pagi, diduga akibat ledakan mesin.

Berdasarkan keterangan saksi mata, kebakaran terjadi pada pukul 04.00 WIB, diawali ledakan mesin sebelum api merembet ke tumpukan kayu dan sebuk gergaji.

Kepala Seksi Operasi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang Agus Sulistyo mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 04.00 WIB.

Saat petugas tiba di lokasi, api sudah membesar karena banyaknya material mudah terbakar di dalam area pabrik.

"Ini perusahaan yang bergerak di bidang kayu. Material yang terbakar kayu-kayu dan grajen atau serbuk kayu," katanya.

Menurut dia, informasi awal dari karyawan dan petugas keamanan menyebutkan sempat terdengar ledakan dari area mesin di bagian tengah pabrik, namun penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan.

"Informasinya karyawan sini ada ledakan di bagian mesin, cuma kita nggak paham mesin yang mana. Infonya di bagian mesin, mesin bagian tengah," katanya.

Ia memperkirakan setidaknya 80-90 persen area pabrik terdampak kebakaran, tetapi petugas berhasil menyelamatkan sebagian bangunan di sisi timur pabrik agar tidak ikut dilalap api.

Sementara itu, Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan pada Dinas Damkar Kota Semarang Tantri Pradono mengatakan bahwa areal pabrik tersebut memang didominasi ruang produksi yang terbakar.

"Ruang perkantorannya tidak terbakar. Api berhasil dikuasai sekitar pukul 07.00 WIB, tetapi sampai sekarang masih proses pendinginan," katanya.

Jadi, kata dia, bahan yang terbakar adalah olahan kayu yang akhirnya menjadi arang sehingga dikhawatirkan bisa menimbulkan api kembali.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena belum ada aktivitas produksi saat kebakaran terjadi, dan hanya ada petugas keamanan yang berjaga di lokasi.

Diakuinya, petugas menghadapi sejumlah kendala dalam proses pemadaman api, salah satunya asap tebal yang berasal dari kayu dan serbuk gergaji yang mudah terbakar dan kesulitan mendapatkan sumber air.

Namun, kata dia, petugas damkar berhasil mendapatkan sumber air, dibantu juga hidran dari perusahaan di sekitar.

Ia menyebutkan setidaknya delapan armada pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi, ditambah satu unit pendukung untuk mengangkut pompa dan peralatan lainnya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026