Warga Lereng Merbabu Mengebor Tebing demi Air
Senin, 14 September 2015 17:22 WIB
Ilustrasi. Seorang warga menggali sumur lama yang berada di depan rumahnya di RT 01 RW 03 Kampung Teleng Kelurahan Tabing Banda Gadang Kecamatan Nangalo, adang, Sumbar, Sabtu (3/10). FOTO ANTARA SUMBAR/Ridho Tawakal/09
Warga Dusun Ngepoh, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Tubar (34) di Magelang, Senin, mengatakan masyarakat bergotong-royong mencari sumber mata air dengan mengebor sebuah tebing hingga kedalaman enam puluh meter.
Ia mengatakan pengeboran menggunakan alat bor yang dibuat Budi Haryanto, warga Sanggrahan, Kecamatan Mungkid. Pengeboran dilakukan secara horisontal dan terbukti dapat menghasilkan air dengan debit tinggi.
Sebanyak 250 warga Dusun Ngepoh sebelumnya mengalami kesulitan air bersih terutama saat musim kemarau, setelah bersusah payah mendapatkan sumber mata air tersebut permasalahan air bersih mereka terselesaikan. Bahkan warga di luar dusun, juga bisa ikut menikmati kelebihan air yang mereka temukan tersebut.
Ia menuturkan krisis air bersih terjadi setiap musim kemarau. Kesulitan semakin parah pascaerupsi Merapi 2010 yang mengakibatkan debit air bersih semakin berkurang.
"Pascaerupsi Merapi beberapa sumber mata air yang semula kami andalkan berkurang drastis. Terutama saat musim kemarau pandang terjadi, seperti sekarang ini," katanya.
Metode pengeboran secara horizontal yang ditemukan oleh Budi Haryanto terbukti sukses memompa air dengan debit satu liter per detik, tanpa menggunakan mesin pompa air.
Menurut Budi teknologi mesin pengebor ini cukup sederhana. Awalnya, lapisan tanah tebing yang banyak mengandung air dibor menggunakan pipa dengan mata bor.
Ia mengatakan pengeboran mendatar atau horisontal hingga menembus titik air. Setelah mendapatkan mata air, air dialirkan melalui pipa paralon sepanjang 66 meter. Setelah itu disalurkan ke bak penampungan sejauh empat kilometer.
"Teknologi pengeboran sumber air secara horizontal ini cocok untuk mengatasi kesulitan air di daerah perbukitan atau pegunungan. Selain mudah, metode ini juga dapat menghasilkan debit air yang melimpah tanpa bantuan mesin pompa air," katanya.
Ia mengatakan pengeboran menggunakan alat bor yang dibuat Budi Haryanto, warga Sanggrahan, Kecamatan Mungkid. Pengeboran dilakukan secara horisontal dan terbukti dapat menghasilkan air dengan debit tinggi.
Sebanyak 250 warga Dusun Ngepoh sebelumnya mengalami kesulitan air bersih terutama saat musim kemarau, setelah bersusah payah mendapatkan sumber mata air tersebut permasalahan air bersih mereka terselesaikan. Bahkan warga di luar dusun, juga bisa ikut menikmati kelebihan air yang mereka temukan tersebut.
Ia menuturkan krisis air bersih terjadi setiap musim kemarau. Kesulitan semakin parah pascaerupsi Merapi 2010 yang mengakibatkan debit air bersih semakin berkurang.
"Pascaerupsi Merapi beberapa sumber mata air yang semula kami andalkan berkurang drastis. Terutama saat musim kemarau pandang terjadi, seperti sekarang ini," katanya.
Metode pengeboran secara horizontal yang ditemukan oleh Budi Haryanto terbukti sukses memompa air dengan debit satu liter per detik, tanpa menggunakan mesin pompa air.
Menurut Budi teknologi mesin pengebor ini cukup sederhana. Awalnya, lapisan tanah tebing yang banyak mengandung air dibor menggunakan pipa dengan mata bor.
Ia mengatakan pengeboran mendatar atau horisontal hingga menembus titik air. Setelah mendapatkan mata air, air dialirkan melalui pipa paralon sepanjang 66 meter. Setelah itu disalurkan ke bak penampungan sejauh empat kilometer.
"Teknologi pengeboran sumber air secara horizontal ini cocok untuk mengatasi kesulitan air di daerah perbukitan atau pegunungan. Selain mudah, metode ini juga dapat menghasilkan debit air yang melimpah tanpa bantuan mesin pompa air," katanya.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jelang Bulan Bung Karno, Sumanto gerakkan warga tanam pohon di lereng Gunung Lawu
17 May 2026 16:18 WIB
Pemprov Jateng: Bencana longsor area Gunung Slamet bukan karena penambangan
28 January 2026 16:11 WIB
Gubernur Jateng tegaskan polemik tambang di lereng Slamet sudah ditangani
12 December 2025 20:29 WIB
PDAM Batang-Komunitas restorasi mata air cegah krisis air di lereng Kamulyan
29 November 2025 18:56 WIB
Terpopuler - Bencana Alam
Lihat Juga
Muhammadiyah ingatkan resiliensi bencana penting bagi pangan-ekonomi Jateng selatan
15 May 2026 14:14 WIB