"Cuaca di Perairan Jepara tidak mendukung aktivitas di laut terlihat mulai Jumat (5/6), sedangkan hari ini (9/6) kondisi gelombang mulai normal sehingga kapal penumpang bisa beroperasi kembali," kata Syahbandar Jepara Yuniarso, di Jepara, Selasa.
Selain aktivitas kapal penumpang yang diperbolehkan beroperasi, kata dia, para nelayan juga demikian dengan tetap diminta waspada karena gelombang laut sewaktu-waktu bisa berubah.
"Gelombang ombak tinggi memang tidak berlangsung terus menerus karena ada jeda gelombang laut kembali normal," ujarnya.
Kondisi tersebut, lanjut dia, terjadi sejak beberapa pekan yang lalu, mengingat saat ini memasuki musim Timuran.
Kondisi serupa, kata dia, juga sering terjadi pada saat memasuki musim baratan.
Oleh karena itu, lanjut dia, semua pihak yang aktivitasnya berhubungan dengan laut memang patut waspada demi keselamatan jiwa masing-masing.
Cuaca buruk tersebut juga berdampak pada jadwal kunjungan para wisatawan yang hendak berlibur ke Pulau Karimunjawa.
Rozak, warga Kudus yang berencana ke Pulau Karimunjawa di Kecamatan Karimunjawa, Jepara mengakui, batal berlibur ke Karimunjawa menyusul gelombang tinggi di Perairan Jepara.
Padahal, lanjut dia, dirinya sudah membeli tiket sejak Kamis (4/6) untuk jadwal keberangkatan hari Jumat (5/6).
Akan tetapi, kata dia, adanya pemberitahuan kondisi gelombang tinggi dari pihak pengelola Kapal Express Bahari yang melayani penyeberangan dari Jepara ke Karimunjawa akhirnya rencana kunjungan dibatalkan.
Setelah Terhenti, Jepara-Karimunjawa Normal Kembali
Selasa, 9 Juni 2015 19:08 WIB
ilustrasi
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : hernawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sempat terhenti dua tahun, Desa Wanurejo Borobudur kembali gelar kirab budaya
29 May 2022 21:40 WIB, 2022
Grand Prix Monza terhenti sementara menyusul insiden kecelakaan Leclerc
07 September 2020 5:00 WIB, 2020
Eko Yuli: Tunjangan hari tua atlet peraih medali olimpiade terhenti sejak 2017
17 August 2020 12:12 WIB, 2020
Dikalahkan Antonsen, Jonatan terhenti di perempat final Indonesia Masters
17 January 2020 20:34 WIB, 2020