Logo Header Antaranews Jateng

Hendi: Sudah e-Ticketing, Sopir BRT Jangan Ugal-ugalan

Selasa, 11 Februari 2014 13:56 WIB
Image Print
Sejumlah warga berada di dalam bus BRT Trans Semarang. Foto: Antara

"Sistem ini (e-ticketing) dipakai dengan harapan bisa meminimalisasi 'kebocoran-kebocoran' (pendapatan)," katanya usai peluncuran "e-ticketing" BRT Trans Semarang di Shelter BRT Mal Ciputra Semarang, Selasa.

Sosok yang akrab disapa Hendi itu mengatakan pembayaran dengan sistem elektronik untuk menggunakan layanan BRT Trans Semarang lebih menguntungkan dan efisien dibandingkan sistem semula yang manual.

Kalau dengan model pembayaran "cash" transaksi sebagaimana sebelumnya, kata dia, dikhawatirkan masih ada kesempatan untuk disalahgunakan karena jumlah penumpang dan pembayarannya tidak terpantau.

Dengan penerapan "e-ticketing", kata dia, Pemerintah Kota Semarang berharap pendapatan dari layanan usaha transportasi massal itu bisa lebih dioptimalkan karena potensi "kebocoran" sudah diminimalisasi.

"Ya, masyarakat kan juga lebih mudah, tidak perlu membawa uang tunai untuk membayar tiket BRT. Tinggal membawa kartu 'e-ticketing' saja. Penumpang juga akan merasa lebih aman dengan seperti ini," katanya.

Untuk meningkatkan keamanan penumpang, kata dia, armada-armada BRT Trans Semarang juga sudah dipasangi CCTV (closed-circuit television) untuk mengantisipasi tindak kejahatan, seperti pencopetan.

"Dari sisi 'driver' (sopir), kami sudah kumpulkan mereka untuk berdialog. Mereka sekarang sudah tidak sistem setoran, jadi jangan ugal-ugalan di jalan, taati peraturan lalu lintas, jangan merokok," kata Hendi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kota Semarang Agus Harmunanto menambahkan penerapan sistem "e-ticketing" bisa membuat pembayaran lebih praktis, ekonomis, dan transparan.

"Sistem ini kan bisa menekan 'kebocoran' pendapatan. Tentunya, target pendapatan diharapkan bisa lebih baik. Penumpang juga diuntungkan karena tidak perlu membawa uang tunai untuk membayar tiket," katanya.

Agus mengatakan sementara ini sudah ada sekitar 3.000 kartu "e-ticketing" yang dicetak, dan bakal sampai 10 ribu kartu "e-ticketing" dicetak untuk melayani masyarakat pengguna moda transportasi itu.

"Sekarang ini sudah ada 3.000 kartu 'e-ticketing'. Target kami bisa sampai 10 ribu kartu 'e-ticketing'. Pelayanan 'e-ticketing' ini dipakai untuk seluruh koridor BRT, jangan khawatir, katanya.



Pewarta:
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026