Karya Budaya Lokananta Dilestarikan

id karya budaya lokananta dilestarikan

Karya Budaya Lokananta Dilestarikan

Sejumlah relawan mencuci koleksi piringan hitam di Pusat Arsip Rekaman Suara dan Industri Rekaman Musik pertama Indonesia, Lokananta, Solo, Jateng, Sabtu (5/10). Sebanyak 20.000 koleksi piringan hitam Lokananta yang tidak memiliki sampul, di data kem



"Kami telah mengumpulkan dana dari masyarakat untuk menyiapkan sebanyak 1.000 cover untuk tempat piringan hitam di perusahaan rekaman milik pemerintah itu," kata Ketua GMB Kota Malang Hengky, disela acara kegiatan pelestarian aset karya seni budaya di Lokananta Solo, Sabtu.

Menurut Hengky, Lokananta merupakan sebuah perusahaan rekaman milik negara yang memproduksi piringan hitam, khusus musik dan budaya tradisional Indonesia seperti gending, langgam, keroncong, dan lagu-lagu daerah, wayang orang serta lundruk.

Bahkan, rekaman lagu Indonesia Raya dan lagu-lagu nasional lainnya juga tersimpan di studio Lokananta di Kota Solo ini. termasuk rekaman pidato presiden pertama RI, Bung Karno. Lokananta kini merupakan sebuah cabang usaha dari BUMN Percetakan Negara.

Menurut dia, rekaman piringan hitam di Lokananta sejak tahun 1950-an diperkirakan tersimpan 50 ribu buah koleksi. Bahkan, sekitar 20 ribu keping piringan hitam cukup memprihatinkan atua tidak terpelihara dengan baik.

Hal tersebut, lanjut dia, karena tidak memiliki cover pelindung, sehingga kelihatan kotor, lecet, dan melengkung. Hal ini, merupakan kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan aset seni budaya bangsa.

Oleh karena itu, GMB tergugah kepeduliannya untuk menggalang dana melalui jejaring sosial 2010, yang dipergunakan untuk membangun website Lokananta. Kini, 2013 kembali dengan gerakan dana Rp2.000 digunakan untuk membuat satu cover atyau pelindung piringan hitam Lokananta.

"Program ini, dimulai sejak Juni 2013 hingga sekarang terkumpul dana Rp3,5 juta dari masyarakat untuk 1.000 cover untuk diserahkan Lokananta," katanya.

Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar