Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Banyumas perkuat sinergi percepatan penurunan stunting

Senin, 9 Maret 2026 21:18 WIB
Image Print
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memberi sambutan dalam kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pramusrenbang) Tematik Stunting Tahun 2026 di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (9/3/2026). ANTARA/HO-Pemkab Banyumas

Purwokerto (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui kegiatan Pra-Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pramusrenbang) Tematik Stunting Tahun 2026.

Dalam kegiatan yang digelar di Pendopo Si Panji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan persoalan kesehatan, tapi juga merupakan isu pembangunan manusia yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia dan daya saing daerah.

"Penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja. Diperlukan kolaborasi lintas perangkat daerah, pemerintah desa, dunia usaha, hingga masyarakat agar intervensi yang dilakukan benar-benar efektif," katanya.

Ia mengatakan pemerintah daerah juga memfokuskan intervensi sensitif melalui program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), penyediaan akses air bersih, serta peningkatan sanitasi masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan penurunan stunting.

Menurut dia, program RTLH di Banyumas bahkan mampu melakukan efisiensi anggaran hingga 7,8 persen dan mendapat apresiasi dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Efisiensi tersebut, kata dia, dicapai melalui kebijakan penyediaan minimal tiga toko material di setiap kecamatan guna menciptakan persaingan harga yang sehat.

"Dampaknya warga penerima bantuan dapat meningkatkan kualitas bangunan, seperti mengganti lantai plester menjadi keramik dengan anggaran yang sama. Selain itu, budaya gotong royong masyarakat Banyumas juga sangat tinggi sehingga kualitas bangunan menjadi lebih baik," katanya.

Bupati mengatakan Banyumas juga menjadi salah satu daerah yang menerima dukungan besar dari sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan untuk program bedah rumah.

Menurut dia, sejumlah dukungan tersebut di antaranya bantuan 500 unit rumah dari Yayasan Buddha Tzu Chi, bantuan 165 unit rumah dari Astra yang direncanakan bertambah sekitar 250 unit, serta dukungan pembiayaan dari berbagai sumber mulai dari APBD kabupaten, APBD provinsi, hingga APBN.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banyumas Triadi mengatakan Pramusrenbang Tematik Stunting menjadi forum strategis untuk memastikan konvergensi program percepatan penurunan stunting di Banyumas.

"Hasil pembahasan di tingkat kecamatan menjadi masukan penting untuk mengidentifikasi berbagai kendala serta tantangan yang dihadapi di lapangan," katanya.

Ia mengatakan rangkaian Pramusrenbang Tematik Stunting sebelumnya telah dilaksanakan di seluruh kecamatan di Banyumas pada awal Februari 2026.

Menurut dia, kegiatan tersebut memiliki empat tujuan utama yakni mengidentifikasi kendala di lapangan, menyusun usulan program prioritas untuk Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kabupaten, memperkuat komitmen dan kolaborasi seluruh pihak, serta mengoptimalkan perencanaan program dan lokasi prioritas.

"Diharapkan berbagai intervensi penanganan stunting dapat terintegrasi secara optimal dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan provinsi," katanya.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026