Logo Header Antaranews Jateng

Anggota DPR nilai Jateng merupakan barometer transformasi ekonomi nasional

Jumat, 20 Februari 2026 19:06 WIB
Image Print
Wakil Ketua Komisi VII DPR Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (kanan) saat berbincang dengan Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar (kiri) di sela kunjungan Komisi VII DPR di Semarang, Jumat (20/2/2025). (ANTARA/I.C. Senjaya)

Semarang (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyebutkan bahwa Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu barometer strategis transformasi ekonomi nasional.

Rahayu di Semarang, Jumat, menyampaikan potensi besar Jateng di sektor perindustrian, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.

"Jawa Tengah berperan penting sebagai simpul konektivitas wilayah sekaligus basis pengembangan industri manufaktur dan destinasi pariwisata unggul," katanya.

Hal itu disampaikannya di sela kunjungan kerja reses rombongan Komisi VII DPR RI untuk bertemu dan berdiskusi dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Menurut dia, kunjungan kali ini berbeda karena meminta untuk langsung bertemu dengan Gubernur Jateng beserta seluruh jajaran guna memperdalam strategi koordinasi dan untuk memastikan semua tepat sasaran.

"Yang pertama integrasi sektor perindustrian. Kami ingin memastikan sejauh mana kesiapan infrastruktur utilitas, seperti pasokan gas dan listrik," katanya, selaku Ketua Tim Kunker Reses Komisi VII DPR RI.

Kemudian, kata dia, strategi pemerintah daerah dalam mengintegrasikan industri besar di Kawasan Industri Terpadu Barang (KITB) dan Kawasan Industri Kendal (KIK) dengan rantai pasok IKM lokal agar memberikan dampak ekonomi yang inklusif.

Yang kedua, kata dia, optimalisasi pariwisata dan ekonomi kreatif, seiring dengan pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Candi Borobudur.

Yang ketiga, terkait penguatan UMKM, sebab pihaknya menaruh perhatian besar pada kendala akses pembiayaan bagi UMKM yang unbankable, percepatan sertifikasi halal, dan upaya agar UMKM "naik kelas".

Rahayu juga mengingatkan tentang pentingnya peran media publik, yakni TVRI, RRI, dan ANTARA dalam membantu mempromosikan Jateng agar semakin maju.

Rombongan Komisi VII DPR yang hadir, antara lain Evita Nursanti, Chusnunia, Yoyok Riyo, Andhika Satya, dan Samuel Wattimena, kemudian pimpinan LPP RRI, LPP TVRI, serta LKBN ANTARA.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyambut baik kegiatan kunker reses, serta masukan-masukan yang disampaikan oleh jajaran Komisi VII DPR.

Ia menyampaikan banyak capaian di Jateng, terutama investasi yang berkembang pesat mencapai Rp88,7 triliun, didominasi oleh penanaman modal asing (PMA) sebesar 58 persen.

"Investasi Jateng mengalami perkembangan pesat yang bertumpu pada PMA mencapai lebih dari 88 triliun rupiah, termasuk capaian pariwisata dan UMKM," katanya.

Luthfi berharap sinergi antara industri, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif mampu menjadikan Jateng sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya saing nasional.



Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Semarang Majapahit optimalkan layanan digital selama Ramadan



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026