
Ekonomi Jepang Melemah 0,9 Persen

Data tersebut menggarisbawahi kekhawatiran seputar baru mulainya kembali pemulihan pasca bencana bagi ekonomi terbesar ke tiga dunia itu--yang terkena dampak pelemahan ekonomi global dan memburuknya hubungan diplomatik antara Tokyo-Beijing yang berpengaruh pada neraca ekspor.
Angka-angka dari Kantor Kabinet, Senin, terutama terkait dengan ekspektasi pasar, muncul setelah ekonomi Jepang tetap dalam wilayah positif untuk dua kuartal terakhir, setelah mengalami pelemahan 0,3 persen pada tiga bulan terakhir 2011.
Ekonomi Jepang, yang dihantam oleh bencana alam dan tsunami pada tahun lalu, juga menderita akibat melemahnya ekonomi di Eropa, pasar ekspor utama dan juga menguatnya yen, di mana mencapai tingkat tinggi sekitar 75 terhadap dolar AS pada tahun lalu dan tetap kuat saat ini.
Menguatnya yen membuat produk-produk ekspor kurang bersaing di luar negeri, sehingga memperlemah nilai dari pendapatan luar negerinya.
Pemerintah telah mengambil serangkaian langkah serius untuk mendorong pertumbuhan, termasuk pemberian insentif bagi pembeli kendaraan hemat bahan bakar dan juga langkah-langkah untuk membangun kembali kawasan bagian utara yang diterjang tsunami.
Namun, pemberian subsidi mobil telah berakhir, juga permintaan untuk mobil-mobil Jepang melemah di China, pasar kendaraan terbesar dunia, di tengah situasi ketidakharmonisan antara Tokyo-Beijing terkait masalah klaim Laut China Selatan.
(S004)
Pewarta: -
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
