
Blogger China Minta Maaf Atas Ancaman Pada Federer

Seorang pengguna internet dengan nama "Blue Cat Polytheistic Religion Founder 07" mengancam petenis itu sebelum ia tiba di China untuk bertanding, sehingga panitia penyelenggara meningkatkan level keamanan di Shanghai Masters, yang dimulai pada Minggu.
"Saya tidak ditahan," tulisnya dalam situs yang populer di China baidu.com, di mana ancaman sebelumnya juga masih terlihat.
"Saya mengambil inisiatif untuk menghubungi orang-orang yang relevan untuk meminta maaf," demikian pesannya yang ditulis sekitar Selasa siang.
Pesan ancamannya berbunyi, "Pada 6 Oktober, saya berencana untuk membunuh Federer dengan tujuan memusnahkan (olahraga) tenis."
Sang pengguna internet mencantumkan gambar seseorang seperti Federer yang sedang berlutut di lapangan tenis, sedangkan di sampingnya berdiri seorang algojo dengan memegang kapak.
Panitia penyelenggara Shanghai Masters mengatakan pada pekan lalu menjelang kompetisi bawha mereka memperlakukan ancaman ini dengan "serius," sedangkan Federer sendiri menyebut hal itu sebagai "gangguan" setelah tiba di daerah pusat komersial China tersebut.
"Tentu saja hal itu merupakan sedikit gangguan, tidak diragukan lagi," kata Federer pada Minggu.
"Itu merupakan sesuatu yang sangat kecil di situs internet, tidak ada yang jelas dan orang-orang sesungguhnya hanya berdebat."
Istri Federer serta dua putri kembarnya tidak ikut ke China, namun ia berkata bahwa keputusan itu tidak ada kaitannya dengan ancaman tersebut.
Federer dikelilingi selusin petugas keamanan dengan pakaian gelap yang selalu siaga di sekitar lapangan, ketika ia berlatih pada Selasa. Pertandingan pertamanya akan dilangsungkan pada Rabu.
Seorang juru bicara kepolisian Shanghai pada Rabu menolak untuk mengomentari kasus ini.
Pada 1993, mantan petenis putri peringkat satu dunia Monica Seles ditusuk oleh seorang penggemarnya pada pertandingan di Hamburg.
Pewarta: -
Editor:
hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
