Logo Header Antaranews Jateng

3,3 Juta Dolar AS untuk Bunuh Rushdie

Senin, 17 September 2012 08:29 WIB
Image Print
Massa Hizbut Tahrir Indonesia berdemonstrasi menentang Film Innocence of Muslims di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Jumat (14/9). Dalam aksinya HTI mengutuk pembuatan dan penyebarluasan film Innocence of Muslims yang sangat menghina ke

Rushdie, seorang penulis Inggris kelahiran India, dijatuhi hukuman mati pada tahun 1989 oleh pemimpin keagamaan Iran (almarhum) Ayatollah Ruhollah Khomeini, atas novelnya The Satanic Verses. Akan tetapi Rushdie tetap bisa beraktivitas sampai saat ini.

Pemimpin Iran menilai novel itu sebagai menghujat dan menyinggung Islam dan mengeluarkan fatwa (perintah agama) yang menyerukan pembunuhan terhadap Rushdie.

Untuk itu, sebagai hadiah untuk kepala penulis penghujat Islam itu, pada awalnya mereka menyediakan hadiah sebesar satu juta dolar AS, namun kemudian telah ditingkatkan beberapa kali sejak itu.

Rushdie sampai kini masih hidup walau dalam suasana serba ketakutan dan menyembunyikan diri di negaranya.

Hadiah untuk kematian Rushdie itu meningkat di tengah-tengah gelombang kerusuhan yang melanda di seluruh dunia setelah disiarkannya film pendek buatan Amerika Serikat berjudul Innocence of Muslim, meskipun novelis The Satanic Verses tidak ada hubungannya dengan film Amerika itu.

(H-AK)



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026