
Hasyim: Perlu Regulasi Pencegahan Terorisme

"Lemahnya sumber hukum untuk melakukan langkah pencegahan membuat aksi teror dapat terjadi kapan saja dan di mana saja," katanya pada halal bihalal Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Babussalam Nahdlatul Ulama di Temanggung, Senin.
Hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Ketua PWNU Jateng, M Adnan, Bupati Temanggung Hasyim Afandi, Wabup Temanggung Budiarto, Kapolres Temanggung AKBP Susilo Wardono, Dandim 0706 Letkol Inf Ganardyto Herry K, dan Kajari Temanggung Taufik Hidayat.
Hasyim menilai polisi hanya bisa menangani setelah bom meledak.
"Kalau belum ada kejadian meskipun sudah tahu, prosedurnya rumit karena harus mencari alat bukti yang cukup," katanya.
Ia mengatakan, hal tersebut terjadi karena tidak ada sumber hukum legal dalam sistem perundangan yang membolehkan adanya langkah penangkapan terhadap pelaku kejahatan sampai terjadi tindakan.
Menurut dia, pemerintah harus menyikapi secara tegas dengan membuat regulasi langkah-langkah antisipasi kejahatan.
"Kalau sudah ada regulasi, paling tidak dapat meminimalisir terjadinya penyebaran aksi teror," katanya.
Ia berharap, atas maraknya aksi teror yang terjadi dan cenderung meningkat selama sebulan terakhir, polisi dapat menuntaskan kasus ini dan mencabut hingga akar-akarnya.
"Mari mendukung dan mendoakan langkah-langkah yang diambil polisi untuk menuntaskan aksi teror," katanya.
Ia mengatakan, kekerasan atas nama kelompok dan agama telah mulai menjalar di Indonesia. Hal tersebut terjadi karena pola pikir beragama yang ekstrem dan kurang toleransi. Apabila persoalan tersebut dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan apa yang terjadi di Timur Tengah, pemberontakan terhadap pemerintahan dapat terjadi karena konflik yang ada saat ini merupakan bibit.
"Tidak ada yang bisa menjamin apa yang terjadi di Timur Tengah tidak sampai ke Tanah Air. Jadi, mari waspada dan tingkatkan pembelaan terhadap NKRI dan beragama yang santun penuh toleransi," katanya.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
