
Pemkab Banyumas mengoptimalkan bursa kerja untuk kurangi pengangguran

Purwokerto (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengoptimalkan penyelenggaraan bursa kerja atau job fair sebagai salah satu strategi untuk mengurangi pengangguran, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja yang lebih luas.
"Bursa kerja bukan sekadar ajang pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan, tetapi menjadi ruang kolaborasi untuk membangun sumber daya manusia Banyumas yang unggul, siap kerja, dan mampu bersaing," kata Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat membuka Banyumas Job Fair Hybrid 2026 di Convention Hall Putra Sang Fajar, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu.
Menurut dia, peluang kerja bagi masyarakat tidak hanya tersedia di sektor industri dalam negeri, juga terbuka di berbagai bidang usaha lain, termasuk kesempatan bekerja di luar negeri bagi tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan kemampuan bahasa asing.
"Sebetulnya peluang kerja itu tidak hanya di Indonesia. Asalkan punya kemampuan bahasa dan skill yang dibutuhkan, banyak peluang kerja yang bisa dimanfaatkan," katanya.
Ia menegaskan program pelatihan kerja yang diselenggarakan pemerintah daerah harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat langsung dimanfaatkan di dunia kerja.
Ia mengaku telah meminta Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Banyumas untuk terlebih dahulu memetakan kebutuhan pasar sebelum menyelenggarakan pelatihan keterampilan.
"Kalau kita mau mengadakan pelatihan, cek dulu pasarnya. Kalau pasarnya sudah tahu, baru kita adakan pelatihan. Jangan sampai sudah dapat ilmu, tetapi tidak bisa dimanfaatkan," katanya.
Selain itu, dia mendorong agar setiap pelatihan dilengkapi dengan sertifikasi kompetensi guna meningkatkan daya saing peserta di pasar kerja.
Bupati juga mengharapkan pada pelaksanaan job fair berikutnya turut dihadirkan perusahaan atau lembaga yang dapat memfasilitasi penempatan tenaga kerja ke luar negeri sehingga membuka peluang lebih besar bagi warga Banyumas untuk bekerja di pasar global.
Sementara itu, Kepala Disnakerin Kabupaten Banyumas Wahyu Dewanto mengatakan Banyumas Job Fair Hybrid 2026 berlangsung selama dua hari, yakni 3-4 Juni 2026.
Ia mengatakan kegiatan tersebut diikuti 61 perusahaan yang terdiri atas 28 perusahaan secara luring dan 33 perusahaan secara daring dengan total 226 formasi jabatan dan 2.948 lowongan pekerjaan.
"Kegiatan ini bertujuan mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja secara langsung, baik secara daring maupun luring, sehingga dapat memfasilitasi proses penempatan kerja di dalam maupun luar negeri," katanya.
Menurut dia, seluruh informasi lowongan dapat diakses melalui Sistem Informasi Ketenagakerjaan Banyumas atau aplikasi Simak Kerja Banyumas yang telah terintegrasi dengan portal layanan daerah.
Ia mengatakan hasil penempatan tenaga kerja melalui pelaksanaan pameran bursa kerja dalam tiga tahun terakhir menunjukkan capaian yang cukup baik, yakni 1.031 orang pada 2023, 946 orang pada 2024, dan meningkat menjadi 1.579 orang pada 2025.
"Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya mengurangi pengangguran dan kemiskinan serta mendukung pengendalian inflasi melalui perluasan kesempatan kerja," katanya.
Salah seorang pencari kerja asal Sokaraja, Banyumas, Rahma Aprilia mengaku terbantu dengan penyelenggaraan Banyumas Job Fair 2026 karena memudahkannya memperoleh informasi lowongan pekerjaan setelah lulus dari SMK Negeri 1 Banyumas.
"Dengan adanya kegiatan ini jadi mempermudah kita yang belum dapat kerjaan, buat referensi mau kerja di mana," katanya.
Lulusan jurusan administrasi perkantoran itu mengaku baru pertama kali mencari pekerjaan dan masih membuka peluang untuk berbagai jenis pekerjaan yang tersedia.
"Kalau dari saya mencoba cari yang ada dulu, tidak langsung mencari posisi tertentu. Kalau terlalu fokus pada posisi tertentu, kemungkinan dapatnya lebih susah," katanya.
Baca juga: Pemkab Banyumas siapkan destinasi wisata untuk menyambut libur sekolah
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
