Logo Header Antaranews Jateng

PDI Perjuangan Banyumas siapkan penguatan struktur partai lewat muscab

Minggu, 24 Mei 2026 22:23 WIB
Image Print
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas Sadewo Tri Lastiono memberi sambutan dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) se-Kabupaten Banyumas di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (24/5/2026) siang. ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas menyiapkan penguatan struktur organisasi hingga tingkat bawah melalui musyawarah anak cabang (Musancab) yang digelar untuk 27 kecamatan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Saat memberi sambutan dalam Musancab PDI Perjuangan se-Kabupaten Banyumas di Purwokerto, Banyumas, Minggu siang, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan penguatan struktur partai tersebut dilakukan sebagai bagian dari konsolidasi internal guna menghadapi agenda politik mendatang.

“Kita tidak hanya mempertahankan, tapi harus menaikkan elektoral dan jumlah kursi DPRD kita,” katanya.

Ia menargetkan perolehan kursi DPRD Kabupaten Banyumas pada Pemilu 2029 meningkat dari 17 kursi menjadi 27 kursi.

Menurut dia, seluruh kader harus tetap solid karena tantangan politik ke depan semakin berat seiring dengan posisi PDI Perjuangan sebagai partai penguasa di Kabupaten Banyumas.

“Tantangan ke depan semakin berat. Maka hari ini kita berkumpul di sini untuk menyatukan langkah,” kata Sadewo Tri Lastrino yang juga Bupati Banyumas.

Ia menegaskan seluruh kader harus menghargai proses organisasi dan menerima keputusan partai demi menjaga kekompakan internal.

“Kita partai yang terbuka dan semua keputusan partai harus diterima dengan baik,” katanya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme kader dalam Musancab tersebut karena dari sekitar 1.290 kader dan pengurus yang diundang, untuk sementara tercatat sebanyak 1.152 orang hadir mengikuti kegiatan dan tidak menutup kemungkinan masih akan bertambah.

Menurut dia, tingginya tingkat kehadiran menunjukkan semangat kader untuk memperkuat organisasi partai.

“Kader PDI Perjuangan itu biasa di lapangan, biasa panas-panasan, biasa berjuang,” katanya.

Ditemui di sela acara, Sadewo mengatakan Musancab digelar untuk memilih ketua dan pengurus pengurus anak cabang (PAC) di 27 kecamatan.

Dalam hal ini, kata dia, setiap PAC memiliki struktur kepengurusan yang terdiri atas sembilan hingga 11 orang.

Menurut dia, konsolidasi internal penting dilakukan karena struktur organisasi PDI Perjuangan telah terbentuk hingga tingkat anak ranting di desa dan kelurahan.

“Kalau PDI memang sudah sampai ke tingkatan paling bawah, sampai anak ranting. Jadi konsolidasi internal itu sangat penting,” katanya.

Setelah Musancab, kata dia, partai akan melanjutkan agenda musyawarah ranting dan anak ranting untuk memperkuat soliditas organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan.

Ia optimistis PDI Perjuangan tetap mampu mempertahankan dominasinya di Banyumas apabila seluruh kader tetap kompak.

“Kalau PDI betul-betul solid, saya pikir untuk mempertahankan itu bukan hal yang susah. Tapi untuk menaikkan kursi memang harus kerja keras,” katanya.

Sadewo juga menepis anggapan bahwa status kepala daerah dari PDI Perjuangan menjadi hambatan memperoleh dukungan pemerintah pusat.

Menurut dia, Banyumas tetap mendapatkan bantuan pemerintah pusat, termasuk rencana bantuan pembangunan 15 tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) senilai sekitar Rp111 miliar.

Sementara saat memberi pengarahan dalam Musancab, perwakilan DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Hariyanto Baharudin menekankan pentingnya menjaga komitmen, loyalitas, dan solidaritas kader untuk memperkuat organisasi partai.

Menurut dia, kekompakan kader menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan politik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.

“Soliditas dan keharmonisan tim sangat penting untuk menjaga kekuatan organisasi,” katanya.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026