
Tingkat konsumsi ikan masyarakat Temanggung masih rendah, ini langkah DKP Jateng

Temanggung (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah terus berupaya mendongkrak angka konsumsi ikan di masyarakat yang saat ini masih berada di bawah rata-rata nasional.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan mendorong pemanfaatan lahan pekarangan rumah melalui budi daya ikan dalam ember (Budidamber).
Kepala DKP Provinsi Jawa Tengah Endi Faiz Effendi di Temanggung, Rabu, menyampaikan Kabupaten Temanggung dipilih sebagai lokasi sasaran, karena angka konsumsi makan ikan di wilayah ini masih memerlukan peningkatan yang signifikan agar bisa mengejar rata-rata provinsi maupun nasional.
"Kami mengupayakan Jawa Tengah naik kelas dalam hal konsumsi ikan. Sementara ini posisi kita masih berada di bawah, nomor dua terendah setelah DIY. Melalui acara yang bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) ini, warga dibantu sarana Budidamber, benih, pakan, hingga benih cabai untuk memberdayakan pekarangan demi meningkatkan ketahanan pangan," katanya dalam kegiatan gerakan gemar makan ikan di Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung.
Ia menyampaikan kerja sama dengan Bank Indonesia ini bukan tanpa alasan. Selama ini, pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat masih sangat bergantung pada daging sapi, telur dan daging ayam, komoditas yang harganya sering berfluktuasi dan memicu inflasi. Ikan hadir sebagai solusi alternatif yang murah, mudah didapat dan kaya nutrisi.
Pemanfaatan pekarangan dengan metode Budidamber dinilai menjadi jawaban yang tepat bagi pemenuhan pangan keluarga, karena metodenya yang sederhana, namun sangat produktif.
Selain pemenuhan pangan, katanya, gerakan gemar makan ikan ini berkaitan erat dengan pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak. Periode kritis ini akan menentukan kesehatan dan tumbuh kembang anak secara optimal seumur hidupnya. Pemprov Jateng berkomitmen penuh untuk menurunkan angka stunting di wilayah itu.
Menurut dia, langkah ini selaras dengan visi Presiden RI menuju Indonesia Emas 2045, yaitu menyiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dengan pertumbuhan optimal agar siap bersaing di kancah global yang semakin kompetitif.
Ia menuturkan berdasarkan data statistik, tingkat konsumsi ikan di Jawa Tengah sebenarnya mengalami tren positif dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2023, angka konsumsi berada di angka 15,30 kg per kapita per tahun, dan naik menjadi 15,74 kg per kapita per tahun pada tahun 2024.
Namun demikian, katanya, angka tersebut masih menempatkan Jawa Tengah di posisi ke-36 dari 38 provinsi di Indonesia, hanya berada di atas Provinsi DIY dan Papua Pegunungan.
Ia menyampaikan rendahnya konsumsi ikan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain tingkat pendapatan dan daya beli masyarakat, kurangnya pengetahuan mengenai gizi ikan dan teknik pengolahannya, ketersediaan ikan bermutu serta fluktuasi harga, preferensi atau kesukaan masyarakat yang belum berkembang dan citra produk ikan yang masih lemah, adanya mitos/pantangan di masyarakat, serta promosi yang belum optimal.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
