Logo Header Antaranews Jateng

Lewat Geo Safari 2026, UMS hadirkan pembelajaran Geografi lebih kontekstual dan digital

Senin, 4 Mei 2026 13:11 WIB
Image Print
Foto bersama setelah kegiatan Geo Safari 2026 di SMAN 1 Wonosari Yogyakarta. ANTARA/HO-UMS

Solo (ANTARA) - Komitmen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi kembali ditunjukkan melalui keterlibatan akademisinya dalam kegiatan Geo Safari 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas guru geografi dalam memanfaatkan teknologi geospasial untuk pembelajaran. Agenda tersebut digelar di SMA Negeri 1 Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Dua dosen Fakultas Geografi UMS Danardono, S.Si., M.Sc., dan Basyar Ihsan Arijuddin, S.Si., M.Sc., hadir sebagai narasumber utama. Keduanya membagikan keilmuan sekaligus praktik terbaik dalam pemanfaatan teknologi geospasial. Materi yang disampaikan berorientasi pada kebutuhan pembelajaran masa kini.

“Melalui kolaborasi dengan MGMP Geografi Gunung Kidul, UMS menghadirkan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan di tingkat sekolah,” kata Danardono yang juga sebagai Kaprodi Program Studi Geografi saat diwawancarai Senin.

Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru geografi dari berbagai sekolah yang antusias memperdalam kompetensi digital mereka. Sinergi ini mempertegas peran UMS sebagai mitra strategis dunia pendidikan.

Danardono menekankan teknologi geospasial merupakan instrumen penting dalam pembelajaran geografi modern. Ia mendorong guru untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar mengajar. Hal ini dinilai mampu meningkatkan kualitas pemahaman siswa.

Menurutnya, penggunaan drone dalam pembelajaran dapat menghadirkan kondisi nyata ke dalam kelas. Pendekatan ini memungkinkan siswa melihat langsung fenomena geografis secara visual. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih aplikatif.

“Teknologi geospasial, termasuk drone, bisa membantu membawa kondisi nyata ke dalam kelas, jadi siswa tidak hanya memahami teori, tapi juga melihat langsung penerapannya,” ujarnya.

Selain itu, Danardono juga mengenalkan pemanfaatan Google Earth Engine (GEE) sebagai platform pengolahan data spasial. Teknologi ini memungkinkan analisis data dilakukan secara lebih cepat dan efisien. Hal ini membuka peluang bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran berbasis data.

Ia menjelaskan GEE mampu menyederhanakan proses analisis yang kompleks. Dengan dukungan teknologi ini, guru dapat lebih fokus pada pengembangan materi ajar. Pembelajaran pun menjadi lebih relevan dengan perkembangan zaman.

Lewat GEE, proses analisis data yang biasanya cukup kompleks bisa jadi lebih cepat dan praktis, sehingga lebih mudah dimanfaatkan dalam pembelajaran. Inovasi ini mendapat respons positif dari para peserta. Mereka menilai materi yang diberikan sangat aplikatif.

Sementara itu, Basyar Ihsan Arijuddin menyoroti pentingnya integrasi teknologi dalam kurikulum geografi. Ia menegaskan bahwa pembelajaran harus adaptif terhadap perkembangan teknologi. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru.

Menurutnya, teknologi geospasial dapat membuat pembelajaran lebih kontekstual dan interaktif. Siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kondisi nyata di lingkungan sekitar. Pendekatan ini dinilai efektif meningkatkan minat belajar.

“Teknologi geospasial bisa membantu membuat pembelajaran lebih kontekstual dan interaktif, sehingga siswa lebih mudah memahami materi,” jelasnya.

Melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan yang telah sukses terlaksana pada Rabu, (29/4) itu, UMS menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi dalam pengembangan pendidikan. Upaya ini sekaligus memperkuat citra UMS sebagai kampus yang adaptif terhadap kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026