
Polresta Pati terjunkan 1.456 personel untuk mengawal aksi demo nelayan

Pati (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Pati, Jawa Tengah, menerjunkan sebanyak 1.456 personel gabungan untuk mengawal unjuk rasa nelayan yang menuntut penurunan harga bahan bakar minyak jenis solar nonsubsidi, Senin.
Aksi yang berlangsung di Alun-alun Pati sejak pukul 09.00 WIB tersebut berjalan dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian bersama unsur lintas instansi terkait.
Massa nelayan menyampaikan aspirasi mereka secara tertib dan damai hingga kegiatan berakhir.
Menurut Kapolresta Pati Komisaris Besar Polisi Jaka Wahyudi, dari total 1.456 personel yang dikerahkan, terdiri atas 1.040 personel Polresta Pati, 244 personel bantuan kendali operasi (BKO) dari Polda Jawa Tengah, serta 172 personel dari berbagai instansi, seperti TNI, Subdenpom, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Damkar.
"Seluruh personel kami kerahkan untuk memastikan pengamanan berjalan maksimal, sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi," ujarnya usai pengamanan aksi.
Ia menambahkan aksi unjuk rasa berlangsung dalam kondisi aman dan kondusif. Setelah menyampaikan orasi, para peserta aksi membubarkan diri secara tertib dan kembali ke rumah masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, aspirasi nelayan juga mendapat respons dari pemerintah daerah.
Pelaksana Tugas Bupati Pati Risma Ardhi Chandra bersama jajaran DPRD Pati menemui para nelayan dan turut menandatangani dukungan terhadap tuntutan nelayan, khususnya terkait penurunan harga solar non-subsidi.
Kapolresta menegaskan pendekatan yang digunakan dalam pengamanan aksi bukan semata pengamanan, melainkan pelayanan kepada masyarakat.
Hal ini sebagai bentuk komitmen Polri dalam menjamin rasa aman sekaligus menghormati hak warga negara dalam menyampaikan pendapat.
"Aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi nelayan terkait kebijakan pemerintah pusat, termasuk soal harga BBM dan dukungan sektor perikanan. Tugas kami mengawal agar aspirasi ini tersampaikan dengan baik dan damai," ujarnya.
Ia juga menekankan kepada seluruh personel untuk mengedepankan pendekatan humanis selama bertugas di lapangan. Sikap persuasif dengan mengutamakan senyum, sapa, dan salam menjadi prioritas dalam setiap interaksi dengan massa aksi.
Selain itu, seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan tidak diperkenankan membawa senjata api maupun alat yang berpotensi menimbulkan kesan represif.
"Kita hadir untuk melayani, bukan menimbulkan ketakutan. Tidak ada anggota yang membawa senjata api maupun tongkat," ujarnya.
Baca juga: Polresta Pati pastikan personel pengamanan aksi nelayan tanpa senjata api
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
