Logo Header Antaranews Jateng

Hasilkan sapi premium peternakan di Purworejo bisa jadi percontohan

Sabtu, 25 April 2026 15:08 WIB
Image Print
Seorang pekerja memberi pakan pada peternakan sapi Berkah Setia Farm di Kabupaten Purworejo, Sabtu ( 25/4/2026). ANTARA/HO - Pemprov Jateng

Purworejo (ANTARA) - Peternakan sapi Berkah Setia Farm di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, bisa menjadi contoh bagi peternak lainnya karena menghasilkan sapi premium.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani di Purworejo, Sabtu, saat mengunjungi Berkah Setia Farm di Kabupaten Purworejo, mengatakan praktik yang dilakukan ini bisa menjadi contoh bagi peternak lainnya.

Ia meninjau bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Ia menuturkan, berawal dari dua ekor sapi, sekarang sudah ada sekitar ratusan sapi.

Bibit yang digunakan di peternakan tersebut merupakan jenis sapi PO Kebumen atau biasa disebut Majapahitan.

Salah satu sapi unggulan yang selalu dikawinkan dengan betina dan menghasilkan anakan dengan nilai jual tinggi.

"Jadi beternak sapi itu sesuatu yang menyenangkan, menggembirakan, menggairahkan, dan tentu saja menguntungkan. Mas Hermawan ini, pengelola, contoh bagaimana anak muda bisa berkreasi, bekerja keras, berinovasi dan bisa menghasilkan sesuatu. Ini inspirasi bagi kita semua," katanya.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, Jawa Tengah, telah memiliki peta jalan pembangunan sebagai salah satu daerah penumpu pangan nasional. Peternakan dengan hasil ternak berkualitas harus diperbanyak, karena bisa menjadi kunci agar Jawa Tengah menjadi lumbung ternak nasional.

"Tahun ini roadmap (peta jalan) kita adalah swasembada pangan. Produktivitas hasil pertanian dan peternakan harus kita dorong agar bisa mencukupi kebutuhan sendiri dan daerah lain di Indonesia," katanya.

Di Jawa Tengah juga sedang disiapkan proyek Mega Farm di Kabupaten Brebes. Adanya peternakan dengan metode modern dan kualitas yang bagus dapat menjadi percontohan.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026