Logo Header Antaranews Jateng

Lima daerah di Jateng jadi percontohan sadar jamu aman

Selasa, 9 Juni 2026 22:16 WIB
Image Print
Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar, bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, dan jajaran terkait saat Kick Off Program Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman), di Semarang, Selasa (9/6/2026). (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Lima daerah di Jawa Tengah menjadi proyek percontohan Program Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman), yakni Kabupaten Purworejo, Sukoharjo, Pati, Surakarta dan Kota Semarang.

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar di Semarang, Selasa, mengatakan alasan Jateng menjadi percontohan karena banyak tanaman herbal yang bisa dimanfaatkan menjadi aneka jamu.

Bahkan, minum jamu di provinsi tersebut sudah membudaya dan sejauh ini pemanfaatan jamu tersebut juga dinilai aman, katanya, dalam acara Kick Off Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman) yang digelar oleh BPOM.

Ia menilai tanaman obat herbal bisa menembus pasar nasional hingga pasar global sehingga program pengembangan jamu di Jateng harus mendapatkan dukungan.

Melalui Program Idaman, lanjut dia, pihaknya berupaya mempertahankan citra dan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap jamu, mengingat berdasarkan hasil pengawasan BPOM menunjukkan masih adanya risiko peredaran obat bahan alam ilegal dalam kandungan jamu.

"Selama 2025 BPOM Pusat melakukan sampling dan pengujian terhadap 11.654 produk obat bahan alam dan suplemen kesehatan dan sebanyak 206 produk terbukti mengandung bahan kimia obat," katanya.

Selain itu, patroli Cyber BPOM menemukan lebih dari 39.000 penjualan obat bahan alam ilegal atau tidak memenuhi ketentuan yang tentu saja mencederai citra reputasi jamu Indonesia.

Di wilayah Semarang, BPOM juga menemukan 147 item obat-bahan alam yang diduga mengandung bahan kimia obat dan atau tanpa izin edar sebanyak 13.263 item.

"Terhadap temuan tersebut BPOM telah melakukan pengamanan produk. Ini sebagai langkah awal untuk mencegah potensi peredaran lebih lanjut," katanya.

Sedangkan dalam pelaksanaan inspeksi rutin di wilayah Jawa Tengah selama 2025 hingga 2026, BPOM telah melakukan pemeriksaan terhadap 119 sarana dan ditemukan 10.267 jenis produk obat-bahan alam yang mengandung bahan kimia obat.

"Temuan ini menunjukkan bahwa masih banyak yang menggunakan bahan kimia obat. BPOM akan melakukan penindakan secara tegas karena efek penuntutan kita perlu lakukan," katanya.

Namun demikian, pihaknya juga melakukan pendampingan, agar citra jamu tetap terawat, apalagi berdasarkan pengakuan UNESCO pada tahun 2023, jamu adalah warisan budaya tak benda.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengapresiasi langkah yang dilakukan BPOM yang menjadikan sejumlah daerah di Jateng menjadi proyek percontohan program Idaman.

Menurut dia, Jateng memiliki potensi yang tinggi dalam pengembangan jamu tradisional, dan konsumsi jamu tradisional layak didorong menjadi gaya hidup, apalagi potensi ekonomi dari industri jamu tradisional sangat besar.

"Kalau kita melihat di Solo, Sukoharjo, Semarang, masyarakat sudah menyajikan jamu di kafe-kafe," kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Meskipun demikian, ia mengingatkan masyarakat juga tetap berhati-hati dalam konsumsi jamu tradisional, dengan mewaspadai kandungan bahan kimia obat (BKO) yang terdapat dalam jamu di pasaran.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026