
Kemensos melunasi biaya sekolah anak buruh pembuat arang di Temanggung

Temanggung (ANTARA) - Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung melakukan intervensi langsung dengan melunasi biaya pendidikan anak buruh pembuat arang bernama Azril Putra Priyono (6) asal Desa Gandulan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah yang sempat viral di media sosial.
Pekerja Sosial dari Sentra Terpadu Kartini Temanggung Edy Prasetyo di Temanggung, Senin, menyatakan pihaknya telah melakukan asesmen menyeluruh terhadap keluarga Azril untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.
"Kami memberikan bantuan pemenuhan kebutuhan hidup layak bagi ibu dan anak, termasuk pelunasan biaya pendidikan Azril hingga tahun ini," katanya.
Selain bantuan pendidikan, Kemensos juga memberikan bantuan pemberdayaan ekonomi berupa tiga ekor kambing beserta fasilitas kandangnya. Upaya ini dilakukan agar keluarga tersebut memiliki sumber pendapatan tambahan yang berkelanjutan di masa depan.
Ia menekankan, pengawasan dari pemerintah daerah sangat diperlukan untuk memastikan bantuan tersebut memberikan dampak jangka panjang.
"Monitoring dari aparat desa dan dinas terkait sangat penting, agar bantuan ini tidak habis begitu saja dan benar-benar berdampak pada kesejahteraan keluarga," katanya.
Ibu Azril, Prihati (43), mengklarifikasi bahwa putranya tidak bekerja, melainkan hanya bermain di sekitar lokasi kerja karena tidak ada yang menjaga di rumah.
"Dia ikut ke tempat kerja karena di rumah tidak ada yang menemani. Di sana dia hanya bermain, bukan bekerja. Banyak debu arang, jadi badannya kotor," katanya.
Menurut dia, video yang viral tersebut merupakan rekaman lama. Saat ini kondisi Azril telah berubah dan ia telah duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK) besar.
"Sekarang di rumah ada yang momong (mengasuh), jadi saya bisa kerja dengan tenang. Azril juga sudah sekolah TK," katanya.
Selain bantuan pendidikan dan ternak, ia mengaku telah menerima bantuan kebutuhan dasar dari Kemensos berupa kasur dan sembako yang dinilai sangat meringankan beban ekonomi keluarganya.
Kasus ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat perlindungan anak dan memastikan keluarga rentan mendapatkan intervensi yang tepat agar anak-anak mereka tetap mendapatkan hak pendidikan dan pengasuhan yang layak.
Baca juga: Rumah Terapi Sentra Terpadu Kartini Temanggung diresmikan Kemensos
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
