Logo Header Antaranews Jateng

Pemkot Semarang berangkatkan ASN sebagai petugas haji daerah

Rabu, 15 April 2026 21:41 WIB
Image Print
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat pelepasan petugas haji daerah di Balai Kota Semarang, Rabu (15/4/2026). ANTARA/HO-Pemkot Semarang

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang memberangkatkan sebanyak 63 aparatur sipil negara (ASN), dan beberapa di antaranya akan menjadi petugas haji daerah yang akan mendampingi jamaah selama pelaksanaan ibadah haji.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Rabu, menekankan bahwa para petugas haji daerah menjadi ujung tombak pelayanan haji di Tanah Suci.

Menurut dia, amanah yang diemban dinilai tidak hanya berkaitan dengan ibadah pribadi, tetapi juga tanggung jawab pelayanan publik di lingkungan internasional.

"Ini amanat yang berat tapi mulia. Jadilah wajah pemerintah yang memberikan pelayanan terbaik, jaga kesehatan jemaah, dan utamakan keselamatan," katanya, saat pelepasan petugas haji daerah di Balai Kota Semarang.

Ia berharap pesan khusus telah disampaikan kepada para petugas haji daerah agar tugasnya dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Para ASN yang diberangkatkan terdiri dari berbagai unsur penting dalam penyelenggaraan haji, seperti Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD), Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), serta Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD).

Seluruhnya akan bertugas memberikan pendampingan langsung kepada jamaah selama di Arab Saudi.

"Saya senang bisa melepas mereka. Harapannya tentu seluruh proses ibadah berjalan lancar sampai pulang," katanya.

Ditekankan pula bahwa para petugas tidak hanya berstatus sebagai jamaah, melainkan juga sebagai representasi pelayanan pemerintah Indonesia di luar negeri.

Dalam rombongan tersebut, keikutsertaan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Semarang diharapkan dapat menjadi contoh bagi jemaah lainnya, terutama dalam hal kedisiplinan dan kesungguhan beribadah.

"Diharapkan dapat menjadi teladan selama menjalankan ibadah, baik dari sisi sikap maupun komitmen," katanya.

Dari total 63 ASN yang diberangkatkan, komposisi terbesar berasal dari sektor pendidikan, yakni sebanyak 29 orang diketahui merupakan guru dan kepala sekolah.

Selain itu, keterlibatan tenaga kesehatan dari RSUD dan Dinas Kesehatan juga menjadi bagian penting dalam mendukung layanan medis bagi jemaah.

"Paling banyak dari Dinas Pendidikan, kemudian RSUD dan Dinas Kesehatan," katanya.

Meski puluhan ASN diberangkatkan, ia memastikan pelayanan publik di Kota Semarang tetap berjalan normal, apalagi total ASN yang mencapai sekitar 14 ribu orang serta telah dilakukannya pengaturan tugas sebelumnya.

Koordinasi internal disebut telah dilakukan agar tidak terjadi gangguan pelayanan kepada masyarakat sehingga para ASN yang berangkat diminta untuk fokus menjalankan tugas ibadah tanpa memikirkan tugas di daerah.



Baca juga: Pemkot Semarang rayakan HUT dengan fokus pelayanan masyarakat



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026