Logo Header Antaranews Jateng

Anak peternak sapi jadi lulusan terbaik FMIPA Unsoed Purwokerto

Kamis, 9 April 2026 17:32 WIB
Image Print
Vera Nur Fadiya berfoto bersama kedua orang tuanya di Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. ANTARA/HO-Unsoed
Ayahnya bekerja sebagai wiraswasta peternakan sapi yang sehari-hari mengurus ternak, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga

Purwokerto (ANTARA) - Vera Nur Fadiya, anak seorang peternak sapi asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mencatatkan prestasi sebagai lulusan terbaik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.

Dalam prosesi wisuda di Graha Widyatama Unsoed, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu, Vera menjadi sarjana pertama di keluarganya, sebuah capaian yang mengharukan bagi kedua orang tuanya yang tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi.

“Aku anak bungsu dari dua bersaudara. Di keluarga, rata-rata pendidikannya sampai SMP. Jadi waktu masuk pendidikan tinggi, aku benar-benar belajar banyak hal sendiri,” kata Vera.

Ia mengaku harus beradaptasi secara mandiri dengan dunia perkuliahan, mulai dari menyusun rencana studi hingga menyelesaikan skripsi, tanpa banyak referensi dari lingkungan keluarga.

Ayahnya bekerja sebagai wiraswasta peternakan sapi yang sehari-hari mengurus ternak, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga. Dari latar belakang sederhana itu, Vera tumbuh dengan keyakinan bahwa pendidikan dapat menjadi jalan untuk memperbaiki masa depan.

Selama menempuh studi di Jurusan Matematika, Vera aktif berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) dan dipercaya sebagai Kepala Departemen Pendidikan. Ia juga tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI) sebagai penerima Beasiswa Bank Indonesia tahun 2024 dan 2025, serta kembali dipercaya memimpin Departemen Pendidikan.

Menurut Vera, keterlibatan dalam organisasi justru membantunya mengasah kemampuan nonakademik, terutama dalam manajemen waktu dan kepemimpinan.

“Di organisasi aku belajar banyak hal, terutama manajemen waktu. Kuliah tetap prioritas, tapi kita juga bisa berkembang lewat kegiatan lain,” ujarnya.

Selain aktif berorganisasi, Vera juga menorehkan sejumlah prestasi. Ia menjadi finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Marscion Universitas Padjadjaran 2024, memperoleh pendanaan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) FMIPA Unsoed, serta masuk dalam Top 5 Mahasiswa Berprestasi FMIPA Unsoed tahun 2024.

Ia juga mengikuti kegiatan akademik “3 Day School on Harmonic and Functional Analysis” di Institut Teknologi Bandung pada Desember 2025.

Pengalaman profesional turut ia bangun melalui magang sebagai Data Analyst Intern di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kuningan. Saat ini, ia juga aktif sebagai tutor privat matematika di Purwokerto.

Bagi Vera, capaian tersebut bukan semata kebanggaan pribadi, tetapi juga bentuk pengabdian kepada orang tua yang selalu memberikan dukungan.

“Aku merasa kalau bisa menempuh pendidikan tinggi, itu seperti mewakili mimpi orang tua juga,” katanya.

Ia pun berpesan kepada mahasiswa agar tetap berproses dan tidak menyerah dalam menghadapi tantangan selama kuliah.

“Setiap orang pasti punya fase sulit. Tapi sebaik-baiknya proses pasti ada akhirnya. Jadi jalani saja pelan-pelan dan terus berusaha,” ujar Vera.

Kisah Vera menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi, sekaligus menegaskan pentingnya pendidikan sebagai jalan menuju masa depan yang lebih baik.



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026