Logo Header Antaranews Jateng

Mahasiswa Undip hafiz 20 juz harmonisasikan sains dan agama

Kamis, 2 April 2026 17:23 WIB
Image Print
Abdurrahman Fawwas, mahasiswa Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro angkatan 2022, yang juga hafiz 20 juz Al Quran. (ANTARA/HO-Undip)

Semarang (ANTARA) - Abdurrahman Fawwas, mahasiswa Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro angkatan 2022 berhasil menunjukkan kiprahnya tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam penguasaan Al Quran dengan capaian hafalan 20 juz.

"Saya masuk lewat jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri)," katanya, di Semarang, Kamis.

Ia menapaki dunia kampus dengan tekad kuat untuk berkembang, tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam penguatan karakter dan kontribusi nyata.

Di penghujung masa studinya, ia tengah fokus menyelesaikan skripsi sekaligus menjalankan peran sebagai asisten laboratorium di lingkungan Teknik Kimia.

Peran tersebut, diakuinya, menjadi ruang aktualisasi, sekaligus penguatan kompetensi praktis yang melengkapi pembelajaran di kelas.

Selama menempuh pendidikan di UNDIP, Fawwaz merasakan atmosfer kampus yang dinamis dan suportif yang mendorongnya untuk terus berkembang, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik.

Keterlibatannya dalam berbagai kegiatan riset dan kompetisi turut membentuk kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta kerja sama tim.

Minat dan konsistensinya dalam bidang Al-Qur’an mengantarkan Fawwaz mengikuti berbagai kompetisi, khususnya di cabang hifdzil Qur’an.

Selain itu, ia juga aktif dalam ajang sains, teknologi, dan inovasi mahasiswa di tingkat kota hingga nasional.

Salah satu capaian terbarunya adalah meraih Juara 2 Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) 2025 cabang Hifdzil Qur’an 20 Juz yang diselenggarakan oleh Kemendiktisaintek di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin.

Ia mengatakan bahwa perjalanan menuju prestasi tersebut bukanlah proses instan, namun harus melewati tahapan seleksi ketat di tingkat universitas hingga pembinaan intensif yang difasilitasi oleh Undip.

"Capaian ini membawa rasa syukur, bangga, sekaligus haru. Apalagi sebelumnya saya pernah mengikuti MTQMN pada tahun 2023 namun belum memperoleh hasil maksimal. Dari situ saya belajar untuk terus memperbaiki diri," katanya.

Prestasi yang diraih bukan sekadar kebanggaan pribadi, melainkan sarana membawa nama baik kampus dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.

Motivasi terbesarnya berangkat dari kepercayaan yang diberikan Undip untuk mewakili kampus di tingkat nasional yang menjadi dorongan kuat untuk memberikan performa terbaik.

Ia juga menekankan bahwa kegagalan yang pernah dialami justru menjadi titik balik untuk belajar, berbenah, dan bangkit lebih kuat.

Pengalaman yang telah dilaluinya mengajarkan bahwa peluang selalu terbuka bagi siapa saja yang berani mencoba, dengan konsistensi, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar menjadi kunci utama dalam meraih capaian.

"Kesempatan selalu ada bagi siapa saja yang mau mencoba. Jangan takut gagal, karena dari proses itulah kita belajar dan tumbuh. Mari manfaatkan setiap peluang untuk berkontribusi dan membawa nama baik Undip, serta Indonesia di tingkat global," pungkasnya.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026