Logo Header Antaranews Jateng

Kelenteng Liong Hok Bio salah satu ikon Kota Magelang

Minggu, 29 Maret 2026 21:04 WIB
Image Print
Seorang warga berjalan melintas di depan Kelenteng Liong Hok Bio Kota Magelang, Minggu (29/3/2026). ANTARA/Anis Efizudin

Magelang (ANTARA) - Kelenteng Liong Hok Bio salah satu ikon Kota Magelang terletak di kawasan alun-alun setempat yang juga pusat kota kecil meliputi tiga kecamatan dan 17 kelurahan.

Kelenteng itu didirikan pada 1864 oleh Kapiten Be Koen Wie atau Be Tjok Lok di sebidang tanah miliknya yang dialihfungsikan menjadi rumah ibadah bagi umat Tri Dharma (Konghucu, Budhha, dan Tao) yang umumnya warga keturunan Tionghoa di Kota Magelang.

Di dekat kelenteng itu berupa Jalan Pemuda, terdapat deretan pertokoan yang dikenal dengan sebutan "Pecinan" Kota Magelang.

Kompleks kelenteng tersebut juga untuk kegiatan sosial dan budaya, terutama dengan spirit kultur keturunan Tionghoa di Kota Magelang.

Kelenteng Liong Hok Bio Kota Magelang, Minggu (29/3/2026). ANTARA/Anis Efizudin

Dalam rangkaian perayaan Tri Suci Waisak oleh umat Budhha setiap tahun yang dipusatkan di Candi Borobudur (Kabupaten Magelang), Kelenteng Liong Hok Bio Kota Magelang menjadi salah satu lokasi untuk rangkaian kegiatan keagamaan Buddha itu, berupa pindapata (pengumpulan derma atau sedekah tanda bakti umat).

Para biksu berasal dari berbagai negara menjalani prosesi ritual pindapata, dimulai dari Kelenteng Liong Hok Bio, lalu berjalan kaki melewati depan toko-toko di kawasan "Pecinan" yang umumnya milik warga keturunan Tionghoa di kota ini.

Pada 16 Juli 2014, bangunan kelenteng lama yang umumnya berupa kayu mengalami musibah, berupa kebakaran hebat. Kelenteng dibangun kembali menjadi terlihat megah seperti hingga saat ini. Bangunan baru Kelenteng Liong Hok Bio tetap mempertahankan keaslian arsitektur lama, sedangkan peresmian untuk umat melakukan kegiatan ritual keagamaan pada Februari 2018, menjelang Tahun Baru Imlek 2569 Kongzili.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026